erita
11

Waspada! Inilah Bahaya Mengerikan Jika Membedong Bayi Terlalu Kencang


Membedong merupakan istilah di negeri kita untuk ‘membungkus’ bayi dengan kain. Kain yang digunakan pun biasa disebut dengan kain bedong. Beberapa manfaat membedong bayi, antara lain:
  • Membantu bayi Anda agar tidak terganggu dengan gerakan kejut yang biasa dikenal dengan refleks Moro
  • Membantu bayi Anda untuk tetap hangat, terutama pada hari-hari pertama dalam kehidupannya. Nantinya secara berangsur, tubuhnya akan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, sehingga kain bedong tidak diperlukan lagi
  • Membantu menenangkan bayi Anda
Ketika bayi Anda dibedong dengan benar, dia akan merasa hangat dan aman, dan bedong pun berguna untuk menenangkan si kecil ketika dia menerima rangsangan yang berlebihan.
Jika Anda melahirkan di bidan, maupun di rumah sakit, biasanya sebelum pulang, mereka akan mengajarkan kepada Anda bagaimana cara membedong si kecil. Namun jika Anda masih bingung, atau belum percaya diri melakukannya, Anda bisa melihat video singkat kami mengenai salah satu cara yang baik untuk membedong bayi Anda.
Waspada!-Inilah-Bahaya-Mengerikan-Jika-Membedong-Bayi-Terlalu-KencangBanyak sekali mitos yang beredar di masyarakat salah satunya mengenai tujuan bedong untuk meluruskan kaki. Keahlian membedong bayi pun dinilai dari “kenceng” tidaknya kain.
Berikut ini beberapa pendapat dokter mengenai bedong bayi dan pengaruhnya terhadap kaki lurus:

1.  Dokter anak yang berpraktik di RSAB Harapan Kita, dr Aditya Suryansyah SpA(K)

“Pembedongan sebenarnya tidak wajib dilakukan karena terbukti tidak ada hubungannya dengan kaki bengkok. Seperti diketahui, suhu di dalam kandungan ibu sekitar 37 derajat Celcius, sedangkan suhu ruangan 27 derajat Celcius. Maka orang zaman dulu membedong. Karena sudah banyak dijual baju hangat dan selimut untuk bayi, maka saat ini tidak perlu membedong bayi,”

2.  dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K)

“Pembedongan bertujuan untuk menghangatkan bayi dan bukan untuk meluruskan kaki bayi. Posisi normal kaki bayi memang agak bengkok, sehingga para orang tua tidak perlu khawatir. Bedong terlalu lama sebenarnya justru ‘MEMAKSAKAN’ kaki bayi agar lurus”

3. Pendapat Dokter kandungan DR. dr. Ali Sungkar SpOG

“Saya jelas-jelas tidak setuju bayi dibedong. Bayangkan berapa jam bayi kita harus dibedong, kakinya harus diluruskan. …. Banyak sendi-sendi pada kaki bayi yang harus digerakkan agar tidak kaku dan mengalami pertumbuhan.”

4. Dokter Rinawati Rohsiswatmo

“Ini bukan posisi biologis bayi dalam kandungan. Dalam rahim posisi kaki bayi justru menekuk, begitu juga dengan kedua tangannya. (Bedong) itu menyalahi kodrat.
Berdasarkan pendapat beberapa dokter di atas sudah jelas bahwa Bedong ketat untuk meluruskan kaki bayi : tidak terbukti dan tidak direkomendasikan!
Apa Resiko Bayi Dibedong terlalu Kencang?
Mengutip hasil penelitian seorang orthopedi anak yang dilakukan di Jepang, bedong yang dilakukan terhadap bayi justru mengakibatkan kerusakan parah pada tulang bayi.”
Seperti kutipan artikel yang dicantumkan dari salah satu kumpulan link di AAP berikut ini :
“Improper swaddling may lead to hip dysplasia or developmental dysplasia of the hip. When in the womb the baby’s legs are in a fetal position with the legs bent up and across each other. Sudden straightening of the legs to a standing position can loosen the joints and damage the soft cartilage of the socket.”
bedong-bayi
Selanjutnya 
Lalu bagaimana dengan anak bayi yang “kagetan”?
Bedong boleh dilakukan dengan memperhatikan :
  • Bedong yang bertujuan untuk menghangatkan bayi, boleh dilakukan dengan tetap memperhatikan ruang gerak bayi terutama panggul dan kaki bayi. 
Sedangkan perbedaan bedong sehat dan membedong terlalu ketat tampak di foto seperti ini :
bahaya-bedong-bayi
Hindari bedong yang terlalu ketat yang berisiko menyebabkan dislokasi tulang dan hipdysplasia
  • Beberapa bayi merasa lebih nyaman dibedong terutama dengan reflek kaget karena lebih nyaman dan hangat seperti dipeluk, akan tetapi tetap perhatikan durasi tidur bayi dan kecukupan minum ASI, segera buka bedong apabila anak terlalu lama tidur.
  • Pilih bahan bedong yang nyaman, hindari pemakaian baju berlapis saat cuaca panas. Bedong modern / bedong instan bisa dijadikan pilihan.
  • Tetap waspadai SIDS, Sudden Infant Death Syndrome. Selalu letakkan bayi yang terbedong pada punggung bayi. Hindari selimut atau barang sekitar tempat tidur bayi yang bisa menghalangi kepala / sekitar leher bayi yang berisiko menutupi pernapasan.
  • Rekomendasi American Academy of Pediatrics, membedong dapat dilakukan sampai usia 2 bulan, mengingat risiko SIDS dan kemampuan gerak bayi yang sudah lebih aktif melebihi newborn.

Beberapa Tips Seputar Membedong Bayi

tips bedong bayi
  1. Perhatikan kondisi bayi Anda ketika awal akan membedong; jangan melakukannya ketika dia sedang lapar misalnya, atau masih basah setelah mandi, ataupun ketika ia sedang lelah
  2. Jangan membedong terlalu kencang, dengan memaksa kaki bayi agar lurus, karena praktek seperti ini akan merusak sendi lututnya dan juga bisa menyebabkan displasia pangkal paha (hip dysplasia). Untuk mencegahnya, pastikan Anda meninggalkan ruang yang cukup pada bagian bawah bedong (bagian kaki), sehingga bayi Anda tetap bisa menekuk lututnya
  3. Jika cuacanya dingin, Anda boleh memakaikan baju dan celana panjang kepada si kecil sebelum ia dibedong. Namun jika cuaca sedang panas, pastikan ia hanya memakai kaos singlet dan celana pendek. Kalau tidak, ia akan sangat kepanasan
  4. Jangan sampai kain bedong menutupi daerah wajah bayi Anda
  5. Ketika bayi Anda tertidur dengan dibedong, sebaiknya ia jangan diletakkan berdampingan dengan Anda, karena ia pun mungkin akan kepanasan. Bayi yang dibedong ketika tidur, sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga sekelilingnya merupakan udara bebas dan tidak tertutup, agar ia memperoleh cukup udara dan tidak merasa kepanasan

Langkah Membedong Bayi

  1. Bentangkan kain bedong pada permukaan yang rata, dengan bentuk seperti berlian – (gambar 1)
  2. Lipat sudut bagian atasnya ke bawah, sebanyak sekitar 15-20 cm, sehingga permukaan atas kain membentuk garis horisontal – (gambar 1)
  3. Letakkan bayi Anda perlahan pada punggungnya, sehingga ujung atas kain yang horisontal tadi berada sejajar dengan bahunya – (gambar 1)
  4. Turunkan tangan kanan bayi Anda sehingga berada di samping tubuhnya – (gambar 2)
  5. Tarik sudut kain bedong yang berada di sisi tangan kanannya tadi untuk menyelimuti tangan dan dadanya, lalu selipkan ujung kain tersebut ke bawah punggungnya yang ada di sisi kiri tubuhnya –(gambar 2)
  6. Turunkan tangan kiri bayi Anda, sehingga berada di samping tubuhnya
  7. Tarik sudut kain bedong yang berada di sisi tangan kirinya tadi untuk menyelimuti tangan dan dadanya, lalu selipkan ujung kain tersebut ke bawah punggungnya yang ada di sisi kanan tubuhnya
  8. Atau bisa juga dengan cara seperti pada gambar 3
  9. Pelintir atau lipat ujung kain bedong bagian bawah, lalu selipkan ke bawah tubuhnya, tapi biarkan longgar, jangan terlalu kencang, sehingga lutunya bisa dilipat olehnya, pinggulnya bisa bergerak dengan baik dan ia pun bisa meregangkan kakinya degan mudah

Sampai Usia Berapa Sebaiknya Bedong Digunakan?

Hingga bayi Anda berusia sekitar 1 bulan, Anda masih bisa membedongnya, namun usahakan untuk tidak membedongnya selama ia terjaga.
Jika setelah usia 1 bulan ia terlihat bisa tidur lebih nyenyak dengan dibedong, tidak mengapa untuk membedongnya, hanya ketika ia sedang tertidur.
Biasanya, kalau si kecil sudah tidak betah dibedong, dia akan menolak dengan menangis atau menendang-nendangkan kakinya, nah ini berarti sudah saatnya Anda meninggalkan bedong untuk seterusnya.
Silahkan sebarkanlah artikel ini kepada semua temanmu, supaya mereka tidak salah dalam membedong 
Previous
Next Post »