erita
11

Ki Hadjar Dewantara Bersanding Dengan ‘Mbah’ Google di Hari Pendidikan

Hari ini Sabtu 2 Mei adalah peringatan Hari Pendidikan Nasional. Google juga ikut serta menyemarakkannya, dalam rangka mengingat kembali jasa-jasa orang yang mengabdikan diri untuk mendidik anak bangsa.

Dan orang itu adalah Ki Hadjar Dewantara. Google sengaja mengubah tampilan mesin pencarinya itu, dengan doodle Sang Bapak Pendidikan. Selain itu, peringatan kali ini juga bertepatan dengan hari lahirnya beliau.

Pendidik Yang Keras Tapi Tidak Kasar (c) wahyumarliany
Selain membuat kita bangga, di sisi lain juga mengingatkan kita pada nasib pendidikan di Indonesia. Nah, untuk mengingatkan kembali esensi pendidikan itu, yuk kita bahas sedikit pesan-pesan Ki Hadjar Dewantara.

1. Ki Hadjar Dewantara, Pendidik Yang Keras Tapi Tidak Kasar

Gelar Pahlawan Nasional sekaligus Bapak Pendidikan yang diberikan kepada Ki Hadjar Dewantara bukan tanpa alasan. Beliau adalah orang yang meletakkan dasar-dasar pendidikan Indonesia dengan sistem amongnya, yaitu Ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Perkataan ini tidak hanya bermanfaat bagi pendidkan, tapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Pendidik Yang Keras Tapi Tidak Kasar (c) wahyumarliany
Beliau dilahirkan 126 tahun yang lalu tepat hari ini, pada hari Kamis tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Sejak Kecil sudah mendapatkan pendidikan dari lingkungan Keraton Yogyakarta, karena berasal dari keluarga bangsawan keraton. Beberapa sekolah sempat menjadi tempat belajar mulai dari Sekolah Dasar Belanda Hingga STOVIA dibidang kedokteran.
Kiprahnya dalam membangun pendidikan negeri ini dimulai saat aktif di organisasi Boedi Oetomo, sebagai seksi propaganda untuk menyadarkan betapa pentingnya persatuan bangsa. Selama masa hidupnya beliau mengabdikan diri dengan mengajarkan cara-cara mengajar dan mendidik yang baik dengan kedisiplinan hingga beliau sering di bilang keras tapi tidak pernah kasar pada orang lain yang diajari.

2. Nasehat Ki Hadjar Dewantara

Ada banyak pesan yang disampaikan beliau mengingat ia sendiri adalah seorang jurnalis, maka tidak sulit baginya untuk menyajikan kata-kata nasehat untuk dunia pendidikan. Dari sekian banyak tulisanya yang diterbitkan oleh berbagai macam harian surat kabar ada beberapa yang bisa membangkitkan semangat belajar, di antaranya adalah “Lawan sastra ngesti mulya”, artinya dengan ilmu kita menuju kemuliaan.

Nasehat Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (c) indoberita
“Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin juga keselamatan hidup lahir”. “Memayu hayuning sariro, memayu hayuning bangsa, memayu hayuning bawana”, artinya apapun yang dikerjakan oleh seseorang itu, harusnya bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat untuk bangsanya, juga bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.

3. Pesan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan

Hal ini juga disadari oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional ini, ia mengingatkan kembali pesan Ki Hadjar Dewantara yang mengatakan bahwa lembaga pendidikan seharusnya mejadi tempat yang menyenangkan bagi para siswa seperti sebuah taman.

Pesan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (c) kompas
Kenapa taman? Karena taman identik dengan tempat bermain yang menyenangkan, maka seperti itulah seharunya sebuah sekolah. Sayangnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berpendapat bahwa hal tersebut belum terwujud, saat ini para siswa belum merasakan hal yang menyenangkan ketika bersekolah karena berbagai macam alasan.
Salah satunya adalah faktor guru, untuk mengatasi ini, Menteri menyarankan agar bukan hanya tempatnya saja yang dijadikan menyenangkan. Tapi tenaga pendidikannya juga harus bisa jadi guru yang menyenangkan.
Previous
Next Post »