erita
11

Inilah Pemintaan Terakhir Para Terpidana Mati Menjelang Eksekusi


Eksekusi mati menjadi sebuah putusan yang cukup menimbulkan pro dan kontra di Indonesia, bahkan di dunia. Namun ketika hukum sudah diketuk palu, kerap kali tak ada lagi yang bisa menghalanginya.
Beberapa waktu lalu kita membahas Andrew Chan dan Mary Jane yang masuk dalam daftar nama terpidana mati atas kasus jaringan narkoba internasional. Mukjizat menghampiri Mary Jane di detik-detik terakhir, namun tidak dengan Andrew Chan dan terpidana Bali Nine lainnya.
Indonesia sempat mengalami ketegangan dengan beberapa negara yang warga negaranya terkait dengan kasus ini. Kritikan dan seruan agar memberikan kesempatan kedua juga diajukan oleh beberapa pihak agar hukuman mati ini ditangguhkan. Meski demikian, pemerintah dan hukum di Indonesia tetap ditegakkan dan tak ada yang bisa menghalangi pelaksanaan hukuman mati ini.
Menjelang waktu eksekusi, ada beberapa pesan dan permintaan terakhir para terpidana mati, baik itu kepada negara maupun orang terkasih. Simak kisah menggetarkannya berikut ini.

1. Myuran Sukumaran: Melukis di Sisa Waktunya

Myuran Sukumaran sempat menggenggam tangan ibu dan bibinya sambil membuat mereka kembali tertawa, meski air mata tak terbendung mengetahui anak mereka akan dihukum mati. Pria yang terlibat kasus penyelundupan 8 kg heroin ini punya keinginan terakhir agar dirinya dipulangkan kembali ke Australia dan dimakamkan di sana.

Myuran Sukumaran sebelum eksekusi via Tempo
Selama 72 jam sebelum dieksekusi mati, Myuran menghabiskan waktunya untuk melukis. Ia membuat lukisan wajahnya sendiri yang diberi judul ‘Dua hari terakhir, Myuran Sukumaran, Penjara Besi, Nusakambangan.’ Selain itu, Myuran juga membuat lukisan bendera merah putih dengan warna darah dan lukisan presiden Jokowi yang bertuliskan ‘Manusia Bisa Berubah’.

Lukisan terakhir Myuran Sukumaran via Paling Aktual
Curahan hati lewat lukisan ini menjadi cara bagi Myuran untuk menyampaikan apa yang tak bisa lagi ia ucapkan dengan kata-kata. Maka ia menuangkannya pada sebuah karya yang mengandung banyak makna. Myuran Sukumaran memang sangat piawai melukis sejak ia mulai mengayunkan kuasnya di lembaga pemasyarakatan.
Lukisan Myuran kabarnya akan disimpan di galeri Kerobokan. Lukisan itu sempat ditandatangani rekan-rekannya di penjara.

2. Andrew Chan: Menikah Dengan Kekasihnya

Ada romansa di tengah peliknya pro kontra putusan eksekusi mati ini. Ialah kisah Andrew Chan dan pendeta wanita yang pernah mendampinginya di penjara, Febriyanti Herewila. Sekian lama menjalin cinta, namun kisah mereka harus terhalang oleh vonis hukuman mati.

Andrew Chan dan istrinya via News Au
Andrew Chan adalah salah satu terpidana mati yang sempat membuat video dan surat dokumenter beberapa waktu lalu. Dalam suratnya itu, ia menuliskan pada dirinya sendiri dan siapapun agar jangan mengikuti jejaknya tenggelam dalam dunia narkotika dan obat terlarang.
Pria asal Australia ini sempat mengajukan permintaan terakhir agar bisa menikah dengan kekasihnya. Andrew menikah 2 hari sebelum dieksekusi mati, tepatnya pada tanggal 27 April 2015 pukul 13.30 waktu setempat.

Berpisah setelah menikah via News Au
Pernikahan memang tak akan menghentikan eksekusi yang telah dijatuhkan padanya, karena itu selagi ada waktu, Andrew menikahi Febriyanti Herewila, perempuan yang pernah menjadi pendeta di lapas tempatnya ditahan. Setelah dieksekusi, Andrew berwasiat ingin dimakamkan di Australia.

3. Raheem Agbaje Salami: Ingin Organ Tubuh Didonorkan

Drama eksekusi juga menghampiri Raheem Agbaje. Sebelum eksekusi, kekasih dari Raheem sempat datang dan mengusahakan kebebasan bagi pria yang dicintainya dengan cara yang cukup sentimentil. Perempuan yang disebut bernama Angela ini menuliskan surat agar Presiden Jokowi dan semua orang mau membatalkan eksekusi.

Raheem Agbaje sebelum dieksekusi via Kanal Satu
Menurutnya, Raheem dan teman-temannya sudah berubah dan layak mendapat kesempatan kedua. Namun sayang sekali, usaha ini tidak banyak membuahkan hasil karena eksekusi tetap akan dilakukan.
Raheem Agbaje sebelum dieksekusi mengajukan keinginannya untuk mendonorkan beberapa organ tubuhnya. Ia ingin dimakamkan di Madiun, Jawa Timur, meski dirinya berkebangsaan Nigeria. Sayang, kabarnya keinginan mulia Raheem ini terkendala masalah teknis secara medis. Padahal sudah ada pasien yang menantikan donor organ tersebut.
Di masa-masa terakhir hidupnya, para terpidana mati ini memang tak se-‘monster’ kesalahan mereka di masa lalu. Begitulah hidup bekerja, ada kalanya manusia melakukan kesalahan dan ada masanya mereka pun akan belajar dari kesalahan itu sendiri. Meski pertobatan tak menghentikan hukuman mati, namun setidaknya ada nilai kehidupan yang didapat di akhir waktu mereka di dunia.
Previous
Next Post »