erita
11

5 Sutradara Muda Yang Menunjukkan Perfilman Indonesia Punya Masa Depan Cerah


Setelah sebelumnya MBDC membahas betapa suramnya perfilman Indonesia sekarang dilihat dari poster beberapa film. Sekarang MBDC ingin memberikan sisi lain dari perfilman Indonesia. Sisi yang jarang terekspos. Sisi film Indonesia yang berkualitas.
Kamu menyadari gak bahwa banyak pembuat film bagus yang terpaksa gugur di medan perang karena filmnya gak ditonton orang di bioskop? Fakta ini menyedihkan banget. Bukan berarti kamu gak bisa bantu memperbaikinya. Kamu bisa dengan catatan kamu tetap mengapresiasi film Indonesia.
Kalau kamu berpikir "Oke nonton film Indonesia, tapi dibudgetin gak bisa lebih dari film Hollywood". MBDC akan menjawab "It's okay". Agar kamu gak kecewa dengan pengeluaran kamu, ini dia beberapa sutradara yang MBDC sarankan agar kamu gak lewatkan karyanya. Setidaknya walaupun kamu jarang nonton film Indonesia. Nonton film mereka yuk.

1. Angga Dwimas Sasongko


Sutradara termuda yang pernah menang FFI. Angga bersinar berkat dua filmnya Cahaya Dari Timur dan Filosofi Kopi. Dua-duanya mencerahkan dan inspiratif. Sayangnya, filmnya kurang banyak ditonton orang. Bukan gak mungkin Angga bisa jadi Hanung Bramantyo selanjutnya jika diberi kesempatan karyanya ditonton.

2. Lucky Kuswandi


Lewat Selamat Pagi Malam dan The Fox Exploit Tiger's Might menunjukkan Lucky Kuswandi bisa mencampurkan sensitivitas isu sosial dengan tidak membosankan. Selain baru saja berkeliling bersama Selamat Pagi Malam di berbagai festival film dunia. Filmnya yang terbaru The Fox Exploit Tiger's Might akan diputar di Cannes Film Festival.

3. Ismail Basbeth


Nama veteran di dunia underground film Indonesia, Ismail Basbeth sudah menjadi nama penting untuk masa depan perfilman Indonesia. Sedang mengerjakan Another Trip to The Moon bersama Tara Basro, kamu tak boleh melewatkan film-filmnya.

4. Monica Tedja



Sutradara paling muda di daftar ini. Kamu harus menonton film debutnya Sleep Tight, Maria. Kocak tapi juga penuh pendalaman. Monica Tedja bisa jadi the next Nia Dinata.

5. Andra Fembriarto


Kamu mengenalnya sebagai sutradara Jalan-Jalan Men. Di luar itu, Andra sering membuat film pendek. Salah satu yang paling terkenal adalah Pohon Penghujan. Kabarnya, dia sedang mengejar target mengerjakan film layar lebar. Mari ditunggu.
Kalau para sutradara ini bisa mendapatkan kesempatan lebih besar, bukan gak mungkin perfilman Indonesia akan memasuki masa kejayaannya. Tentunya, banyak hal yang harus diperbaiki oleh industri perfilman tapi dukungan kamu dengan mengenal karyanya udah cukup. Yuk dukung terus film Indonesia.
Previous
Next Post »