erita
11

wow luar biasa 5 wanita ini melahirkan di pesawat

wow luar biasa 5 wanita ini melahirkan di pesawat Dalam dunia penerbangan ada aturan yang melarang ibu hamil naik pesawat jika usia kehamilannya sudah mencapai 34 pekan. Ibu hamil 28 pekan masih dibolehkan naik pesawat asal ada surat keterangan dari dokter. Aturan itu sebetulnya untuk mengantisipasi agar ibu hamil tidak melahirkan di dalam perjalanan pesawat.

Namun terkadang situasi darurat terpaksa harus dijalani juga jika ternyata ibu hami di pesawat harus segera melahirkan. Kru pesawat atau pramugari sudah seharusnya menguasai keterampilan membantu proses persalinan di dalam pesawat. Beruntung bagi ibu hamil yang masih bisa selamat menjalani proses persalinan di dalam pesawat.

Peristiwa itu tentu akan menjadi pengalaman paling berkesan dalam hidupnya. Begitu pula bagi para penumpang lain dan kru pesawat. Berikut lima cerita ibu melahirkan di pesawat yang bisa bikin terharu.


1.Ibu ini melahirkan di atas Samudera Pasifik

Merdeka.com - Juru bicara maskapai penerbangan Air Canada Mei lalu mengatakan seorang penumpang perempuan berusia 23 tahun melahirkan di dalam pesawat dalam perjalanan dari Calgary menuju Narita, Jepang. Peristiwa itu terjadi ketika pesawat berada di atas Samudera Pasifik.

Perempuan itu melahirkan bayi perempuan dengan bantuan seorang dokter setelah kru pesawat meminta bantuan medis kepada penumpang, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (11/5).

"Saya hampir tak percaya. Kejadian ini tidak diduga sebelumnya," kata sang ayah kepada stasiun televisi Jepang.

"Ternyata dia bayi perempuan yang cantik," kata si ayah sambil memperlihatkan foto bayinya dari ponsel.

Pesawat itu akhirnya mendarat 30 menit lebih cepat dari jadwal seharusnya.

Sang ibu kemudian terlihat keluar dari pesawat dengan kursi roda, sedangkan bayinya digendong oleh suaminya.

Juru bicara Air Canada mengatakan sang ibu dan bayinya kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit dan menginap semalam. Kedua dalam keadaan baik.

Kru pesawat terlihat tersenyum dan melambaikan tangan kepada para wartawan ketika keluar dari pesawat.

"Semua orang bertepuk tangan," kata seorang penumpang perempuan.


2.Dalam perjalanan Bali-Los Angeles ibu ini melahirkan di pesawat


Merdeka.com - Sebuah maskapai asal China mendarat di Alaska dengan tambahan satu penumpang setelah seorang wanita melahirkan bayi perempuan prematur.

Pesawat yang berangkat dari Bali menuju Los Angeles itu terpaksa mendarat darurat Kamis lalu setelah air ketuban seorang wanita Taiwan yang hamil pecah ketika perjalanan masih enam jam lagi. Perjalanan Bali-Los Angeles ditempuh dalam waktu 19 jam, seperti dilansir koran the Daily Mail, Selasa (13/10).

Seorang penumpang yang juga dokter dan beberapa kru pesawat membantu proses kelahiran di atas ketinggian 9.000 meter itu.

Sebelumnya pilot memberitahu kepada perusahaan maskapainya dan meminta izin mendarat darurat di Bandara Ted Stevens Anchorage di Alaska dengan alasan ada seorang wanita yang akan melahirkan.

Namun 30 menit sebelum mendarat, perempuan itu keburu melahirkan dan para penumpang sontak memberi tepuk tangan setelah terdengar tangisan pertama si bayi.

"Ini pengalaman sekali seumur hidup. Para turis tidak akan menjumpai pengalaman seperti ini lagi," kata seorang penumpang.

Setelah mendarat di Alaska, perempuan dan bayinya dibawa ke rumah sakit setempat. Keduanya dilaporkan dalam kondisi baik.


3.Pramugari bantu ibu melahirkan di pesawat Merpati

Merdeka.com - Seorang ibu, Harmani (33) melahirkan di pesawat Merpati pada pukul 18.40 WIT. Bayi tersebut lahir di atas udara Timika Papua saat terbang ke Makassar pada Minggu (7/1).

Seorang pramugari Sherly Juwita (36) pun mendadak menjadi bidan di atas pesawat. Dia membantu proses melahirkan sang ibu.

"Itu pengalaman yang luar biasa bagi saya. Sampai sekarang saya masih deg-degan," ujar Sherly dalam perbincangan dengan merdeka.com, Senin (7/1).

Sherly mengaku, waktu pesawat akan take off, Harmani (33), yang sedang hamil 28 minggu sudah menunjukkan surat dokter yang menyatakan dia boleh melakukan penerbangan. Namun, pada ketinggian 9.800 meter di atas laut atau 15 menit setelah take off, Harmani mengaku sakit pinggang.

"Saya tanya: Ibu kenapa? Ibunya langsung menjawab sakit pinggang dan sepertinya mau melahirkan," ungkap Sherly.

"Dengan bantuan kru, saya langsung melakukan proses lahiran. Saya teriak ke ibu 'copot celananya bu!' Lalu tak seberapa lama sudah terlihat kepala bayi. Lalu saya tahan kepalanya sampai keluar bayi itu," papar Sherly. Dia mengaku proses kelahiran tersebut menghabiskan waktu sekitar 15 menit.

Setelah bayi lahir, ternyata permasalahan belum selesai. Karena lahir prematur, bayi tersebut harus diletakkan di inkubator. Dengan bantuan penumpang dan kru lain, Sherly membungkus sang bayi dengan selimut tebal serta beberapa bungkus air hangat yang diletakkan di punggung bayi.

Saat pesawat lepas landas, bayi yang belum diberi nama tersebut langsung dibawa menuju ke RS Catherine Booth, begitu pesawat berhasil mendarat di Makassar, Sulawesi Selatan. Namun nahas, bayi prematur tersebut tidak bisa bertahan lama. Bayi tersebut meninggal di RS Catherine Booth.


4.Sebelum mendarat di Rumania, wanita ini melahirkan di pesawat

Merdeka.com - Seorang perempuan yang tengah hamil sembilan bulan melahirkan di dalam pesawat Wizz Air yang ditumpanginya ketika dalam perjalanan menuju Rumania.

Dalam pernyataan maskapai disebutkan perempuan itu meminta bantuan kru pesawat beberapa menit sebelum pesawat mendarat. Beberapa penumpang dan seorang dokter yang berada di dalam pesawat ikut membantu kelahiran itu, seperti dilansir koran the Telegraph, Desember 2013 silam.

"Sang ibu dan bayinya yang baru lahir dibawa dengan mobil ambulans menuju rumah sakit. Kami sangat bangga terhadap kru pesawat yang sudah menangani kejadian itu dengan profesional," kata pernyataan maskapai.

"Kami mengimbau ibu hamil 28 pekan harus menyertakan sertifikan dokter jika ingin naik pesawat dan bagi kehamilan sudah 34 pekan dilarang pergi naik pesawat," ujar pernyataan maskapai.


5.Baru lepas landas menuju Italia, perempuan ini melahirkan bayi dalam pesawat

Merdeka.com - Seorang wanita yang menumpang pesawat Royal Air Maroc melahirkan bayi laki-laki dalam perjalanan dari Casablanca, Maroko, menuju Bologna, Italia pada Desember 2013 silam.

Kantor berita Maroko MAP melaporkan wanita berusia 39 tahun itu melahirkan tidak lama setelah pesawat lepas landas. Akibat kejadian itu pesawat terpaksa mendarat di Barcelona, seperti dilansir situs Huffington Post, Desember 2013.

Kru pesawat dan seorang bidan di dalam pesawat membantu proses melahirkan itu.

Perempuan asal Maroko dan bayi laki-lakinya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sant Joan de Deu di Barcelona dan mereka dinyatakan dalam kondisi sehat.

Penerbangan kemudian dilanjutkan 50 menit kemudian.
Previous
Next Post »