erita
11

susanto gila nonton bokep hingga perkosa anak kandung selama 7 tahun

susanto gila nonton bokep hingga perkosa anak kandung selama 7 tahun Sebagai kepala rumah tangga, sosok ayah merupakan pelindung bagi keluarga. Karena dialah orang yang dianggap kuat di antara ibu dan anak-anaknya.

Namun, tidak demikian halnya dengan seorang ayah asal Palembang yang malah menyakiti seluruh keluarganya. Ayah bernama Susanto (49) itu menyakiti keluarga dengan menjadikan anak kandungnya, Bunga (23), sebagai budak seks selama 7 tahun. Hal itu terjadi karena Susanto ketagihan nonton video porno.

Saban hari pria pengangguran itu nonton video porno melalui ponsel. Dan akibat perbuatan ayahnya, Bunga sampai melahirkan dua anak perempuan.

Tak sampai di situ, Susanto juga memaksa Bunga bekerja untuk membiayai kebutuhan keluarga, terutama susu bagi putri keduanya yang masih berusia dua bulan.

Meski sang istri dan enam anaknya yang lain mengetahui perbuatannya, mereka tidak bisa berbuat banyak lantaran Susanto mengancam akan menganiaya jika menghalangi nafsu setannya itu.

Berikut cerita Susanto yang nekat jadikan anaknya budak seks gara-gara kecanduan video porno:


1.Jadikan anak budak seks selama 7 tahun, Susanto ngaku khilaf

Merdeka.com - Sungguh tragis dialami seorang wanita sebut saja namanya Bunga (23) setelah diperkosa berkali-kali oleh ayah kandungnya sendiri, Susanto (49). Parahnya lagi, Bunga menjadi budak seks pria pengangguran tersebut selama tujuh tahun terakhir atau sejak 2008 silam.

Setelah dilaporkan ke polisi, pelaku akhirnya diciduk di rumahnya di Lorong Karyawan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Rabu (21/10) malam. Status Susanto pun dinaikkan menjadi tersangka.

Kepada petugas, tersangka mengakui tuduhan tersebut. Perkosaan itu sudah dia lakukan saat anaknya masih duduk di bangku kelas III SMA. Ketika itu korban masih berusia 16 tahun.

Dalam kurun waktu tujuh tahun itu, dia menikmati tubuh anak kandungnya tiga sampai empat kali sebulan. Itu dilakukan di dalam kamar korban.

"Benar pak, saya khilaf. Sudah tujuh tahun saya perkosa anak saya," ungkap tersangka Susanto di Mapolresta Palembang, Kamis (22/10).

Setiap melakukan aksinya, tersangka selalu mengancam akan menganiaya korban. Meski sempat dilawan korban, tersangka ngotot terus mengulangi kembali.

"Memang saya ancam dipukul. Dia berontak, tapi saya paksa terus," ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengungkapkan, tersangka ditangkap beberapa jam setelah korban melapor ke polisi. Dari laporan yang masuk dan keterangan tersangka, tidak ada perbedaan.

"Tersangka mengakui semuanya, tidak ada yang dia bantah. Sekarang masih kita dalami lagi mungkin ada keterangan baru," pungkasnya.

2.Selama 7 tahun, Susanto hamili anak kandung hingga lahirkan 2 putri

Merdeka.com - Tak hanya menanggung malu dan tertekan setelah menjadi budak seks selama tujuh tahun, Bunga (23) juga harus menghidupi dua orang anaknya hasil perbuatan bejat ayah kandungnya sendiri, Susanto (49).

Dari keterangan tersangka Susanto, dari perkosaan pertama pada 2008 silam, korban melahirkan seorang anak perempuan yang kini sudah berusia tujuh tahun. Sedangkan anak kedua dari hasil bejatnya itu, baru berusia dua bulan yang juga berjenis kelamin perempuan.

"Punya dua anak pak, itu dari perbuatan saya. Semuanya perempuan, yang tertua umur tujuh tahun, yang satunya baru lahir dua bulan kemarin," ungkap tersangka Susanto di Mapolresta Palembang, Kamis (22/10).

Meski anak sulungnya itu sudah melahirkan dua orang putri, tersangka tetap menjadikan korban sebagai budak seks hingga sebelum ditangkap polisi.

"Saya khilaf pak, tapi ketagihan terus," ujarnya.

3.Susanto nekat cabuli anak kandung karena kecanduan video porno

Merdeka.com - Alasan ulah bejat Susanto (49) yang menjadikan anak kandungnya, Bunga (23) sebagai budak seks, sungguh mencengangkan. Perbuatan itu dilakukannya karena terinspirasi dari video porno.

Tersangka Susanto mengaku kerap menonton video mesum di handphone pribadinya. Terkadang juga meminjam milik temannya jika ada video terbaru.

"Saya ketagihan nonton bokep (video porno) pak, hampir tiap hari nonton," ungkap tersangka Susanto di Mapolresta Palembang, Kamis (22/10).

Dari setiap adegan-adegan yang diperagakan pemain, dijadikan inspirasi tersangka. Meski sudah punya istri, dia nekat memperkosa anak sulungnya. Perkosaan tersebut pertama kali saat korban sedang terlelap tidur.

"Habis nonton film itu tak tahan lagi pak, anak saya lagi tidur saya perkosa. Setelah itu ketagihan," ujar bapak enam orang anak ini.


4.Selain jadikan budak seks, Susanto juga paksa anaknya cari nafkah

Merdeka.com - Kebejatan Susanto (49) tak sampai memperkosa anak kandungnya sendiri, Bunga (23) selama tujuh tahun hingga melahirkan dua orang putri. Pria pengangguran itu juga memaksa korban bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Tersangka Susanto mengatakan, sengaja tidak menyuruh anaknya melanjutkan ke perguruan tinggi selepas tamat SMA karena tidak ada biaya sama sekali. Apalagi, dirinya saat itu seorang pekerja serabutan yang berpenghasilan tak seberapa. Beberapa bulan kemudian, tersangka tidak ada pekerjaan sama sekali.

Pusing dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, tersangka memaksa korban bekerja dengan harapan mampu menafkahi keluarganya, termasuk biaya susu seorang putri dari hasil hubungan terlarang tersangka.

Lantaran takut, korban hanya bisa mengabulkan keinginan tersangka. Korban melamar kerja di salah satu toko. Beruntung dia diterima dengan modal ijazah SMA.

"Saya paksa dia (korban) kerja saja, saya juga lagi nganggur," ungkap tersangka Susanto di Mapolresta Palembang, Kamis (22/10).

Tragisnya, gaji yang diterima korban setiap bulan diambil secara paksa oleh tersangka. Korban hanya diberikan uang tak seberapa untuk membeli susu anaknya. Selebihnya, digunakan untuk makan sehari-hari keluarganya, termasuk juga digunakan tersangka membeli rokok.

"Dia (korban) sendiri yang kerja, istri saya cuma di rumah, saya juga di rumah. Dia memang anak mandiri, pintar ngurusi adik-adiknya," kata dia.

5.Takut dianiaya, istri Susanto diam meski ketahui anaknya diperkosa

Merdeka.com - Ternyata, perbuatan tidak senonoh Susanto (49) terhadap anak kandungnya, Bunga (23) selama tujuh tahun, diketahui istri tersangka, Aisyah (40). Namun, Aisyah tidak bisa berbuat apa-apa karena diancam tersangka.

Tersangka mengakui cukup lihai menyembunyikan aib keluarganya itu. Sehingga, istri dan tujuh orang anaknya yang lain tak bisa menghalangi nafsunya. Bahkan, selama tujuh tahun, tersangka bebas memperkosa, kapan pun dan dimanapun.

"Semuanya tahu, termasuk istri saya, tapi saya bebas (memperkosa) anak saya yang pertama itu," ungkap tersangka Susanto di Mapolresta Palembang, Kamis (22/10).

Menurut tersangka, istri dan anak-anaknya tak bisa berkutik karena takut dengan ancamannya. Siapapun yang berani berontak atau menghalangi, tersangka akan menganiayanya.

"Saya ancam saja mau dipukul kalau ada yang berani. Pokoknya diam saja," ujarnya.

Selama ini, tersangka tidak pernah melaksanakan ancamannya itu. Sebab, istri dan anak-anaknya, termasuk korban, selalu mengikuti kemauannya.

"Tidak pernah pak sampai memukul, kadang dimarahin saja, habis itu mereka nurut," kata dia.


6.Selain istri, Susanto juga ancam tetangga supaya bungkam

Merdeka.com - Cerita pilu yang dialami Bunga (23) sebenarnya sudah terdengar oleh sebagian tetangganya. Namun, mereka enggan mengumbar aib tersebut karena mendapat ancaman dari tersangka Susanto (49).

Hal itu diakui tersangka Susanto saat diambil keterangan di Mapolresta Palembang, Kamis (22/10). Menurutnya, dia terpaksa memberikan ancaman bagi siapapun yang berani membicarakan perbuatannya, apalagi sampai melaporkan ke polisi.

"Saya ancam akan menghajar mereka (tetangga) kalau ngomong soal saya atau keluarga saya, mereka akhirnya diam," ungkap tersangka.

Meski demikian, tersangka mengaku tetap menjalin hubungan baik dengan tetangganya. Karena itu juga keburukannya itu bisa tersimpan rapi selama tujuh tahun terakhir.

"Sama tetangga saya baik-baik saja, masih sering ngobrol. Tapi, kalau ada yang nyebut tentang keluarga saya, pasti saya tersinggung," kata dia.
Previous
Next Post »