erita
11

fenomena alam semesta yang belum terpecahkan oleh ilmuwan

fenomena alam semesta yang belum terpecahkan oleh ilmuwan NASA memang mengatakan bila pihaknya telah memastikan keberadaan air di Mars, hal yang membuka kesempatan umat manusia untuk berpetualang ke luar Bumi. Namun, di luar hal itu, masih banyak misteri lain menyangkut luar angkasa yang terus diteliti ilmuwan. 10 Hal ini contohnya. Setelah sebelumnya mengungkap

5 hal seputar alam semesta yang masih pertanyaan besar bagi ilmuwan, seperti benda-benda paling dahsyat di jagat raya, merdeka.com kembali melanjutkan 5 fenomena hebat lain yang masih menjadi misteri. Simak berikut ulasannya.

6. Ujung alam semesta di mana?


Tidak ada yang tahu pasti di mana ujung alam semesta, mengingat begitu luasnya luar angkasa itu sendiri. Ilmuwan pun belum bisa menentukan apakah di luar sana ada alam semesta lain.

Namun, ilmuwan sepakat membuat ujung alam semesta, yakni daerah yang bisa diamati oleh manusia dari Bumi saat ini. Untuk bisa mencapai ujung alam semesta itu, dibutuhkan waktu 46,5 miliar tahun, namun Anda harus naik roket atau kendaraan berkecepatan cahaya (1 miliar kilometer per jam).

7. Planet bercincin raksasa 'J1407b'


Saturnus adalah planet yang terkenal akan ukuran besar dan cincin yang dimilikinya. Tetapi, cincin Saturnus nampak mungil dihadapan cincin milik planet J1407b.

Perlu diketahui, planet yang terletak di gugusan bintang Centaurus itu mempunyai cincin yang 200 kali lebih besar dari cincin Saturnus. Apabila posisi Saturnus di tata surya kita digantikan oleh J1407b, maka manusia di Bumi bisa melihat cincin J1407b layaknya bulan purnama Supermoon.

8. Tata surya dengan tiga matahari


Di tata surya di mana Bumi berada, matahari menjadi satu-satunya bintang sekaligus pusatnya. Hal tersebut tidak bisa ditemukan di tata surya HD 188753.

Jangan kaget, HD 188753 tidak hanya memiliki satu bintang, tetapi 3 bintang sekaligus yang menjadi mataharinya. Tata surya unik itu terletak di jarak 149 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di gugusan bintang Cygnus.

Bagaimana rasanya hidup di tata surya 3 bintang itu? Pertama, Anda bisa menyaksikan matahari terbit dan tenggelam berulang-ulang. Dan jangan lupa, dengan 3 matahari, Anda akan memiliki3 bayangan!

9. 'Tembok besar' alam semesta


Hercules-Corona Borealis adalah gugusan galaksi yang berbentuk layaknya kain raksasa dan disebut sebagai 'bangunan' terbesar di alam semesta. Dari ujung ke ujung, panjang gugusan galaksi ini sekitar 10 miliar tahun cahaya, lebarnya 7,2 miliar tahun cahaya, dan tebal 1 miliar tahun cahaya.

Sebagai perbandingan, panjang dari galaksi Bima Sakti tempat manusia tinggal hanya 100.000 tahun cahaya. Bahkan, ilmuwan mengatakan, bila manusia mencoba melintasi gugusan galaksi Hercules-Corona Borealis denga kecepatan cahaya, dibutuhkan waktu sekitar dua kali umur matahari kita!

10. Bumi tanpa matahari


Apa yang terjadi bila Bumi kehilangan matahari? Apakah Bumi akan langsung kiamat? Jawabannya mungkin iya, tetapi ilmuwan yakin bila masih tersisa makhluk hidup di Bumi.

Menariknya, jika tidak menghantam planet lain, Bumi diperkirakan akan menemukan bintang lain untuk mengorbit sekitar 30.000 tahun kemudian. Saat itu terjadi, ilmuwan memprediksi bila kehidupan di Bumi bisa tumbuh kembali.

1. Pusat alam semesta tidak pernah ada


Layaknya tata surya di mana Bumi berada, tentu banyak orang mengira bila alam semesta ini juga mempunyai pusat. Akan tetapi, mengingat alam semesta terus bertambah besar, titik pusatnya menjadi tidak jelas.

Bahkan, ilmuwan yakin bila setiap jengkal alam semesta bisa saja dikatakan sebagai pusat alam semesta. Menariknya, Anda tidak salah bila mengatakan kekasih Anda adalah pusat alam semesta, karena hal itu bisa saja benar.

2. Galaksi saling melarikan diri


Percaya atau tidak, galaksi di alam semesta ini saling menjauh alias melarikan diri satu sama lain. Beberapa galaksi yang letaknya jauh dari Bima Sakti dikatakan ilmuwan tidak bisa lagi dilihat dari Bumi.

Hal itu karena alam semesta sedang bertambah luas dengan cepat, maka galaksi-galaksi di dalamnya juga semakin menjauh. Akibatnya, cahaya dari galaksi-galaksi itu tidak bisa mencapai Bumi. Dan aksi melarikan diri galaksi ini masih jadi topik panas di dunia astronomi.

3. Benda paling terang di jagat raya


Apakah bintang jadi benda paling terang di alam semesta? Ternyata tidak. Gelar benda paling terang menjadi milik quasar.

Quasar adalah inti galaksi aktif yang memiliki energi sangat besar. Dan quasar yang paling terkenal adalah quasar 3C 273. Saking terangnya, bila quasar itu mendekat hingga jarak 33 tahun cahaya ke bumi, maka Bumi akan hancur terkena kekuatan sinarnya.

Cahaya dari quasar ini disebut 4 triliun kali lebih terang dari matahari.

4. Bintang tercepat di alam semesta


Jika quasar adalah benda paling terang, maka pulsar adalah bintang yang memiliki putaran paling cepat di jagat raya. Pulsar biasanya jauh lebih padat dari pada matahari.

Pulsar tercepat adalah PSR J1748-2446. Bintang ini bisa berotasi penuh sekitar 716 kali dalam satu detik. Karena satu hari biasanya sama dengan satu rotasi penuh planet atau bintang, berarti setiap detiknya ada 716 hari baru di pulsar tersebut.

5. Lubang hitam terbesar


Lubang hitam dengan nama NGC 1277 adalah 'blackhole' terbesar di alam semesta. Bahkan, lubang hitam tersebut mempunyai massa hingga 14 persen dari seluruh galaksi yang menjadi rumahnya.

Mau tahu seberapa besar galaksi tersebut? Bayangkan bila lubang hitam itu ditaruh di atas tata surya kita, maka panjang tepiannya akan 3 kali labih jauh dari Pluto! Jadi tata surya kita bisa ditelan dalam sekejap oleh blackhole NGC 1277.
Previous
Next Post »