erita
11

aneh 4 orang ini puluhan tahun tersesat di hutan dan masih hidup

aneh 4 orang ini puluhan tahun tersesat di hutan dan masih hidup Malu bertanya sesat di jalan, kata orang. Tapi pepatah itu tampaknya hanya berlaku jika orang berada di tengah kota atau di keramaian. Lain cerita jika orang sedang berada di tengah hutan sendirian. Tak ada satu makhluk manusia pun yang bisa ditanya arah jalan.

Cerita orang yang tersesat di hutan bisa membuat bulu kuduk berdiri. Pasalnya hutan biasanya sunyi dan di tempat sepi semacam itu pikiran-pikiran liar bisa membuat kita takut sendiri. Barangkali itulah gunanya ilmu bertahan hidup yang biasa diajarkan kelompok pecinta alam. Ketika berada di tengah hutan sendirian, orang yang sudah punya ilmu bertahan hidup akan bisa mencari jalan keluar. Mereka bisa bertahan hidup dengan apa yang ada di dalam hutan dan akhirnya selamat.

Seperti apa kisah mereka? Berikut empat kisah heroik orang-orang yang sempat tersesat berhari-hari di hutan tapi kemudian selamat.


1.Bocah empat tahun hilang 12 hari di Siberia

Merdeka.com - Tim penyelamat Rusia akhirnya berhasil menemukan bocah perempuan berusia empat tahun yang hilang di hutan dan rawa Siberia. Bocah itu ditemukan dengan bantuan pesawat tanpa awak, helikopter, anjing pelacak, dan puluhan orang ahli.

Karina, nama bocah itu, hilang di kawasan Republik Yakutia pada 29 Juli lalu, namun pihak berwenang setempat baru mengetahui dia hilang pada 3 Agustus lalu, seperti dilansir surat kabar Russia Today, Ahad (10/8).

Ibu bocah itu mengatakan ayah Karina sudah menjemput pulang anaknya. Sedangkan sang ayah sebetulnya sedang memadamkan kebakaran hutan bersama warga lokal. Sebelum hilang, Karina terlihat masuk ke dalam hutan bersama anjing kecil peliharaannya.

Untuk mencari bocah itu di wilayah seluas sekitar 30 kilometer persegi, tim penyelamat mengerahkan 60 orang dan sejumlah peralatan canggih.

Ajaibnya, setelah berhari-hari menyusuri wilayah itu tim penyelamat menemukan Karina sedang duduk di tengah ilalang di sebuah daerah rawa dekat sebuah sungai.

Dia tampak sangat kelelahan dan ketakutan, bahkan hampir tidak bisa bicara.

Setelah dibawa dengan helikopter, dokter mengatakan kondisi bocah itu masih kritis meski sudah stabil.


2.Terjebak tiga pekan di hutan, bocah tujuh tahun selamat

Merdeka.com - Jessica Patricia Arias, tujuh tahun, ditemukan selamat setelah sanggup bertahan hidup sendirian lebih dari tiga minggu di dalam hutan di Kolombia.

Dia ditemukan di sebuah gubuk kumuh setelah sebelumnya tersesat di Taman Nasional Tayrona, Kolombia.

Ketika ditemukan tim penyelamat, Jessica dalam keadaan kelaparan hebat dan dehidrasi. Telapak kakinya yang penuh luka menandakan dia telah berjalan cukup jauh demi mencari pertolongan, ucap kepolisian setempat.

'Tuhan telah mengantarnya kembali dan menyelamatkan hidupnya dan menjaganya bertahan hidup selama berhari-hari, Terima kasih Tuhan dan polisi hutan yang sudah menemukannya," ucap ibu Jessica, Elena Cortes, seperti dikutip laman Metro.co.uk, Selasa, (14/7).

Menurut cerita, keberadaan Jessica diketahui setelah ada sebuah panggilan yang masuk ke kepolisian dari seorang 'misterius' yang tidak diketahui identitasnya.

Diketahui, pada sepekan silam ada cerita serupa, di mana seorang ibu dan bayinya dapat bertahan hidup di tengah hutan Kolombia setelah kecelakaan pesawat.


3.Enam hari hilang di hutan, pria ini makan semut hitam

Merdeka.com - Reg Foggerdy, 62 tahun, hilang di pedalaman terpencil Australia sejak 7 Oktober lalu. Dia saat itu sedang menuju perkemahan Shooter's Shack di dekat Laverton di wilayah Goldfields, sebelah barat Australia, atau sekitar 950 kilometer sebelah timur laut Kota Perth.

Foggerdy sedang berburu ketika dia tersesat dan tak bisa kembali ke perkemahan.

Selama enam hari dia dipaksa bertahan di tengah cuaca panas tanpa air. Polisi kemudian menemukannya hari ini dalam keadaan selamat. Dia ditemukan sekitar 15 kilometer dari titik dia menghilang.

"Dia selamat dengan makan semut hitam. Sungguh cara bertahan hidup yang luar biasa dan tim pencari juga hebat karena berhasil menemukan dia di daerah terpencil," kata polisi Andy Greatwood kepada koran the West Australian, seperti dilansir France24.com, Senin (13/10).

Polisi menuturkan dia sangat kehausan, agak mengalami delusi, tapi tim pencari berhasil memberinya pertolongan pertama dan kini dia sudah bisa duduk dan berbicara.

"Cuaca sangat panas dan kawasan itu sangat terpencil, orang lain mungkin tidak bisa bertahan," kata Greatwood.


4.Hilang 40 hari tanpa makan, dua bocah ini bisa selamat

Merdeka.com - Dua gadis kecil yang berasal dari suku Orang Asli di Malaysia yang tersasar di dalam hutan ditemukan selamat. Mereka dilaporkan hilang selama lebih dari 40 hari tanpa asupan makanan sama sekali.

Norieen yaakob (10) dan Miksudiar Aluj (11) telah dapat dikunjungi oleh orangtua mereka. Seorang psikiater juga sudah memeriksanya di Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II pada akhir pekan lalu.

Midah Angah (40), ibu dari Norrieen mengatakan bila anaknya harus segera diasupi makanan yang banyak, namun dokter mengingatkan agar hal itu jangan dilakukan lebih dulu. Jika langsung dipaksa makan, mereka malah akan sakit.

"Saya telah meminta hal tersebut namun dokter menolak, dokter menyebut sudah memberinya nutrisi spesial," ujar sang ibu, seperti dikutip laman Asiaone, Minggu (11/10).

Departemen Penaung suku orang Asli (Jakoa) di utara Kalimantan berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi Midah beserta dua gadis kecilnya. Mereka sedang berusaha mencarikan rumah sewa guna tempat tingal Midah untuk sementara.

"Mereka sedang mencarikan rumah sewa, namun saya lebih memilih tidur di rumah sakit walau beralaskan ubin, agar terap dekat dengan anak saya," tuturnya.

Norieen dan Miksudiar kini masih trauma, di mana mereka melihat teman-temannya meninggal satu per satu, lalu mereka tidur dekat jasadnya yang penuh dengan belatung dan bau busuk.
Previous
Next Post »