erita
11

suami tidak terima istrinya lahirkan anak jelek dan buruk


suami tidak terima istrinya lahirkan anak jelek dan buruk Anak adalah pemberian Tuhan Yang Maha Penyayang, bukan hasil “ciptaan” manusia. Anak adalah amanah, namun sekaligus menjadi ujian bagi kedua orang tuanya. Kadang dijumpai anak yang lahir tidak sesuai yang diharapkan orang tuanya. 

Baik dari segi jenis kelamin, maupun dari segi bentuk fisik. Seperti apapun kondisi bayi yang lahir, hendaknya orang tua bisa menerima dengan kesyukuran hati. Merupakan tindakan yang berlebihan apabila menolak kehadiran anak, hanya karena kondisinya tidak seperti yang diharapkan orang tua. 

Mungkin Jian Feng menjadi contoh, sepertinya ia tidak siap memiliki anak yang menurutnya buruk rupasehingga karena kelahiran anak perempuannya yang buruk rupa itu, ia menceraikan isterinya, bahkan mengadukan isteri ke pengadilan.

Seorang pria bernama Jian Feng, dari China Utara menggugat cerai istrinya karena telah melahirkan anak yang jelek dan tidak mirip kedua orang tuanya sama sekali, demikian laporan yang ditulis dalam Irish Times. 


Jian Feng bersikeras bahwa bayi itu bukan anaknya, "Saya menikahinya dengan cinta yang besar, tetapi kami mulai bertengkar setelah istri saya melahirkan anak pertama kami." ujar Jian yang awalnya menduga sang istri berselingkuh. Karena kelahiran anak yang buruk rupa itu, ia menceraikan isterinya, bahkan mengadukan isteri ke pengadilan.

Beberapa tahun yang lalu, ia jatuh cinta pada seorang wanita yang cantik. Ia tak menyadari bahwa sebenarnya istrinya telah melalui berbagai prosedur operasi plastik untuk mendapatkan wajah cantiknya. Hingga kemudian keduanya dikarunai anak, Jiang Feng kaget saat melihat bayi yang dilahirkan istrinya jelek.

Awalnya, Jian Feng menuduh istrinya melakukan perselingkuhan. Ia begitu yakin bahwa dirinya bukan ayah dari anak buruk rupa itu. Ketika dilakukan tes DNA, ternyata anak itu positif keturunan mereka berdua. Lalu mengapa anak yang dilahirkan jelek, sementara Jian Feng merasa wajahnya tidak seburuk itu dan istrinya sangat cantik?

Ternyata ada sebuah rahasia besar yang disembunyikan istri Jian Feng, dia telah melakukan operasi plastik di Korea Selat, senilai $100,000 yang lebih kurang hampir Rp 1 miliar telah dihabiskan sang wanita untuk operasi plastik, hasilnya sangat bagus dan cantik, tetapi dia merahasiakannya dari sang suami.

Sang wanita menganggap bayinya mirip dengan dirinya sebelum operasi plastik, tapi sang suami tidak terima mengenai rahasia ini. Jiang Feng menuntut ketidakjujuran istrinya mengenai operasi plastik.
Pria itu merasa tertipu dan dibohongi karena wajah cantik sang istri ternyata hasil bedah kecantikan. The Huffington Post melaporkan, Feng menggugat mantan istrinya dengan alasan melakukan penipuan, karena tidak bercerita tentang operasi plastik dan Feng mengira dia cantik asli. 

Anehnya lagi, Feng memenangkan gugatan cerai dan denda senilai kurang lebih 1 milyar yang dituntutnya di pengadilan. Seorang hakim setuju dengan argumen Feng dan memerintahkan mantan istrinya untuk ganti rugi lebih dari $120.000 atau sekitar 1, 2 Milliar.

“Saya menikah dengan istri saya penuh dengan cinta, tapi segera setelah kami memiliki putri pertama, kami mulai mengalami masalah perkawinan,” katanya kepada Irish Times. “Putri kami sangat jelek, ini point penting masalah saya”, ungkap Feng.

Terlepas dari kontroversi tindakan Feng yang menceraikan dan mengadukan isterinya ke pengadilan, hendaknya kita bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Hendaknya pernikahan disertai dengan niatan yang kuat, dilandasi dengan motivasi ibadah, dilakukan dengan sepenuh kesadaran dan tanggung jawab. 


Maka ketika dalam pernikahan itu melahirkan anak, mereka berdua siap menerima dengan segala resiko dan konsekuensinya. Tidak saling menyalahkan tentang kondisi anak saat lahir karena walaubagaimanapun Anak adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus diterima dengan segala kesyukuran. 

Anak adalah penerus kelanjutan keluarga, bahkan menjadi penerus kehidupan dan sejarah kemanusiaan. Bahkan aset keluarga yang paling berharga adalah anak-anak. Betapa banyak pasangan suami isteri yang sampai lebih sepuluh tahun menikah belum dikaruniai anak. 

Bahkan ada yang tidak bisa memiliki keturunan karena sebab-sebab fisik atau kesehatan. Berapa banyak biaya sudah dikeluarkan agar bisa memiliki anak, namun tidak selalu membuahkan hasil. Akhirnya ada yang memilih menggunakan metode bayi tabung, atau akhirnya pasrah dan mengambil anak angkat.
  

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat dan menurut Anda bisa mengilhami orang untuk menjadi baik dan berbuat kebajikan, maka anda dipersilahkan untuk mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel.
Previous
Next Post »