erita
11

sara inilah kejadian masjid dibakar paling sadis di dunia

sara inilah kejadian masjid dibakar paling sadis di dunia Masjid adalah tempat suci bagi umat Islam sedunia untuk bermunajat kepada Yang Maha Esa. Sayangnya, sejumlah orang tidak bertanggung jawab menyasar masjid untuk melampiaskan kekesalan mereka atas umat Islam atau bahkan sekedar iseng. Kasus terakhir yang menyesakkan komunitas muslim terjadi di Inggris. Apalagi yang dibakar terhitung masjid jami.

Tercatat, di negara-negara barat, cukup sering terjadi pembakaran maupun vandalisme masjid. Pelaku rata-rata kelompok anti-muslim, walaupun tidak setiap kasus dapat ditelusuri kebenarannya.
Selepas serangan teroris 11 September 2001, insiden penyerangan masjid meningkat. Di Amerika Serikat, Prancis, atau Swedia, umat muslim harus waspada karena vandalisme bisa terjadi kapanpun. Bukan hanya masjid-masjid komunitas di kota kecil yang bisa jadi korban. Bahkan tempat suci seperti Al Aqsa di Yerusalem Timur pun tak luput dari pembakaran dilakukan polisi Israel seperti terjadi dua pekan lalu


1.
Masjid di Australia dibakar dua kali


sebuah masjid di Queensland Australia mendera serangan pembakaran keduanya pada tahun ini. Juru bicara terkait menyerukan agar warga Australia tidak tersulut dalam sentimen anti-Islam yang ramai diperbincangkan publik.

Juru bicara masjid, Shahjahan Khan mengatakan ada orang-orang yang sengaja ingin mencederai toleransi umat beragama di Queensland.

"Saya tahu bila ada satu dan dua mungkin, mereka memberikan nama buruk kepada kota yang damai ini, semoga Tuhan menunjukkan alan kepada mereka untuk dapat hidup berdampingan dalam perbedaan," sebutnya, seperti dilansir dari the Guardian, Jumat (17/4).
Api yang melumat Masjid Toowoomba pada Jumat pagi langsung menggerakkan bidang kepolisian untuk segera menuntaskan serangan 'kejutan' ini.

Kebakaran yang sangat mencurigakan ini diikuti bukti vandalisme terekam kamera CCTV pada Januari lalu. Seorang pria tertangkap kamera mengendap-endap hendak membakar masjid tersebut tengah malam.

2.
Serangan anti-muslim, masjid di Prancis dibakar


Si jago merah melumat habis hampir seluruh bagian masjid di selatan Prancis, seperti diberitakan laman ibtimes.com, 25 agustus lalu. Pemerintah Prancis menilai insiden ini disinyalir sengaja dilakukan kelompok anti-muslim.

Pembakaran masjid di Auch diketahui terjadi sehari setelah seorang pria bersenjata menyerang sebuah kereta Thalys yang berkecepatan tinggi dalam perjalanannya dari Amsterdam ke Paris, yang dipercaya otoritas setempat sebagai aksi terorisme.

Aparat kepolisian kesulitan menyimpulkan motif dan mengidentifikasi siapa tersangka dalam pembakaran masjid terkait. Kendati demikian, pihak otoritas mencemaskan jika penyerangan ini adalah sebagai bentuk reaksi anti-muslim terhadap kelompok ekstrim yang jumlahnya kian meningkat sejak Januari tahun ini.

3.
Susah payah dibangun, masjid Joplin di AS ludes jadi abu

Musibah menimpa umat muslim di Amerika Serikat. Sebuah masjid di daerah Joplin, Negara Bagian Missouri, dibakar oleh pihak tidak dikenal Senin dini hari waktu setempat. Alhasil, Biro Penyelidik Federal (FBI) harus turun tangan menangani kejadian ini.

Stasiun televisi CNN melaporkan, Selasa (7/8), polisi dan FBI kini bahu-membahu mengusut insiden itu. Tetapi, menurut petugas kantor Sheriff Jasper County, Sharon Rhine, mereka kesulitan lantaran seluruh rekaman kamera pengintai hangus terbakar.

Tiga hari lalu, seorang lelaki tertangkap kamera saat mencoba membakar masjid dengan melemparkan benda mirip korek api ke atap. Alhasil, bagian luar masjid sedikit terbakar. FBI pun menawarkan hadiah USD 15 ribu atau setara Rp 141 juta bagi siapa saja memiliki informasi tersangka pembakar masjid itu.

Dewan Hubungan Amerika-Islam meminta polisi memperketat penjagaan buat masjid lain. Selain itu, mereka ikut menawarkan uang USD 10 ribu (Rp 94.3 juta) buat pemberi informasi siapa pembakar masjid itu.

Menurut Kimberley Kester, salah satu jemaah masjid, dia yakin pelaku adalah kelompok anti-Islam. "Insiden ini tidak menghentikan ibadah kami. Kami bakal mencari tempat pengganti buat melanjutkan ibadah," kata Kimberley. Dia menambahkan empat tahun lalu tempat ibadah itu sempat menjadi sasaran aksi serupa. Saat itu, pelaku membakar lambang masjid.

Pembakaran masjid ini bertepatan dengan persiapan peresmian pusat kajian Islam di Kota Murfreesboro, Negara Bagian Tennessee. Gedung berfungsi sebagai masjid itu izinnya sempat ditahan bertahun-tahun dan pernah dirusak kelompok anti-muslim.

4.
Sedang gelar salat jamaah, masjid di Swedia dibakar


Orang tidak dikenal melempar molotov ke masjid di Kota Eskilstuna, Swedia, tepat pada perayaan Natal. Lima orang sedang menggelar shalat jemaah cedera akibat pembakaran tersebut.
Seperti dilansir Times of India, Sabtu (27/12/2014), pada saat kejadian, paling tidak 20 orang sedang menunaikan shalat dzuhur. "Saksi mata melihat seseorang melemparkan benda diduga molotov ke jendela gedung yang menjadi masjid itu," kata juru bicara Kepolisian Eskilstuna Lars Franzell.

Tidak semua korban luka bakar. Dua mengalami sesak napas, akibat asap yang memenuhi ruangan masjid setelah sisi luar masjid terbakar hebat. Belum ada yang ditangkap sejak kasus ini mencuat.
Kecurigaan polisi mengarah pada kelompok radikal nasionalis. Di Swedia, belakangan banyak muncul penganut neo-Nazi. Mereka menolak kehadiran imigran. Kebijakan Swedia yang memudahkan datangnya orang asing maupun pencari suaka dinilai mengambil lapangan kerja warga pribumi.

Kebetulan, salah satu kelompok imigran aktif datang ke Swedia adalah warga dari negara-negara mayoritas muslim, misalnya Turki atau Afghanistan. Penganut Islam di Swedia kini sebesar 5 persen dari total populasi atau setara 500 ribu jiwa.

5.
Remaja bakar masjid raya Inggris

Masjid Raya di London, Inggris dibakar kemarin, Ahad (27/9). Akibat insiden itu, polisi setempat menangkap dan menahan dua remaja yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.
Dua remaja yang tidak disebutkan namanya ini berusia sekitar 14 dan 16 tahun. Keduanya langsung menjadi tahanan kepolisian London Selatan, seperti diberitakan surat kabar Guardian.

"70 petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api yang menyebar di ruang administratif Masjid Baitul Futuh, namun untungnya api tidak sampai memasuki ruang ibadah utama masjid," ujar petugas damkar London melaporkan, seperti dilansir dari laman Ruptly.com.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun pihak pelayanan medis London membawa satu orang ke rumah sakit. Orang ini mengalami sesak napas akibat menghirup asap dari kebakaran masjid tersebut.

Kebakaran ini terjadi siang hari dan menyebabkan langit kota London terlihat hitam akibat kepulan asap dari kebakaran masjid. Polisi masih belum mau berkomentar mengenai alasan pembakaran masjid tersebut.
Masjid Baitul Futuh merupakan salah satu masjid terbesar di Eropa, dengan luas 23 ribu meter persegi. Masjid ini dibangun pada tahun 2003, dan dapat menampung lebih dari 10 ribu orang di dalamnya.
Previous
Next Post »