erita
11

manusia ini sadis dan bangga telah membunuh, menyiksa, memotong dan memakan binatang

manusia ini sadis dan bangga telah membunuh, menyiksa, memotong dan memakan binatang Kelakuan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kalimantan ini bikin geleng-geleng kepala. Pria yang seharusnya jadi panutan malah tega memburu beruang madu yang dilindungi.

Tak lama setelah mengunggah foto hasil buruannya, tanpa butuh waktu lama pria yang diketahui bernama Ronal Cristoper Ronal menerima pelbagai hujatan dari netizen. Tak sekadar kecaman, berbagai kata halus hingga kasar atas tindakannya itu membuatnya terpaksa menutup akun Facebooknya.

Selain kecaman, Ronal juga terancam dipidana karena memburu hewan yang dilindungi. Sebuah LSM pemerhati satwa langsung melaporkan dirinya ke polisi.

Selain Ronal, masih ada sejumlah orang yang juga nekat memamerkan kekejamannya terhadap binatang, siapa saja mereka? Berikut rangkumannya:



















1.
Orangutan dibunuh dan disantap

Nasib seekor orangutan berakhir tragis di tangan manusia. Tak hanya jadi buruan, hewan ini juga dibantai bahkan dimasak sebagai santapan.

Tak malu dengan tindakannya itu, pelaku pembantaian hewan yang dilindungi malah memposting foto proses memasak di Facebook dengan nama Polo Panitia Hari Kiamat. Yang lebih parah, dia menulis orangutan itu dibakar untuk buka puasa.

"Teman-teman Aktivis dari Profauna pada tanggal 22 Juni 2015 mendapatkan laporan masyarakat tentang pembantaian orangutan yang sangat keji," demikian dikutip dari akun Forum Hijau Indonesia, Selasa (23/6).

Pelaku nampaknya tidak menyadari perbuatan tersebut adalah pelanggaran hukum. Di mana sesuai UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pembunuhan terhadap satwa dilindungi diancam hukuman penjara selama 5 tahun.

"Pelaku pembantaian orangutan itu bisa dijerat hukum pidana, karena melanggar UU nomor 5 tahun 1990 dan juga UU no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik", tegas juru kampanye Forum Hijau Indonesia, Swasti Prawidya Mukti.

Forum Hijau Indonesia dan Forum Hijau Indonesia segera melaporkan pengunggah foto tersebut ke polisi.

2.
Harimau Sumatera disiksa dan dipamerkan

Seekor Harimau Sumatera telah tewas disiksa oleh sekelompok orang di Pemantang Siantar, Sumatera Utara. Harimau Sumatera tersebut juga berlumuran darah dengan diikat oleh tali.

Pelaku pembantaian hewan yang dilindungi malah memposting foto Harimau Sumatera itu diFacebook dengan nama Manullang Aldosutomo. Berdasarkan foto yang diperoleh merdeka.com dari Facebook. Penyiksaan Harimau Sumatera itu mengundang komentar banyak dari netizen.

Salah satu pemilik Facebook Muda Putra Siadari mengatakan binatang satwa tidak boleh disiksa apalagi dimusnahkan. "Hati-hati ngeshare foto Bang. Apa lagi membunuh binatang yang dilindungi. Bisa berurusan sama kepolisian kalau ada yang ngelapor," komentarnya.

Tak hanya itu, netizen lain Sugi menyebutkan sekelompok orang yang menyiksa Harimau Sumatera itu tidak mempunyai hati nurani. Sebab Harimau Sumatera adalah binatang satwa yang dilindungi oleh negara.

"Kenapa harus diperlakukan seperti itu. Ini yang dinamakan manusia tapi bersifat layaknya binatang," cetusnya.

Foto ini menambah deretan binatang yang dibantai secara sadis, sebelumnya seekor orangutan tewas secara tragis di tangan manusia. Tak hanya jadi buruan, hewan ini juga dibantai bahkan dimasak sebagai santapan.

Tak malu dengan tindakannya itu, pelaku pembantaian hewan yang dilindungi malah memposting foto proses memasak di Facebook dengan nama Polo Panitia Hari Kiamat. Yang lebih parah, dia menulis orangutan itu dibakar untuk buka puasa.

"Teman-teman Aktivis dari Profauna pada tanggal 22 Juni 2015 mendapatkan laporan masyarakat tentang pembantaian orangutan yang sangat keji," demikian dikutip dari akun Forum Hijau Indonesia, Selasa (23/6) kemarin.

3.
Beruang madu diburu PNS Kaltim

Setelah Novtama yang dihujat netizen dan dilaporkan ke polisi karena mengunggah hasil buruannya bekantan yang merupakan satwa dilindungi, kali ini pemilik akunfacebook Ronal Cristoper Ronal melakukan hal yang sama dengan mengunggah hasil buruannya berupa satwa yang dilindungi Beruang Madu Kalimantan (Helarctos malayanus).

Beruang madu merupakan satwa dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Beruang madu telah terdaftar dalam Appendix I of the Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) sejak tahun 1979 yang menyatakan bahwa mereka tidak boleh diburu oleh siapapun.

Informasi diterima investigator senior Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group Marison Guciano sekitar Kamis (25/9) pukul 23.30 WIB atau 4 jam setelah Ronal mengunggah hasil buruannya.

Dalam akun Facebook-nya, Ronal Cristopel Ronal tertulis bekerja sebagai PNS di kantor Dinas Kependudukan dan Capil Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

Marison memastikan akan melaporkan Ronal hari ini Jumat (26/9) karena melanggar undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp. 100.000.000,-. Selain itu, Ronal juga melanggar undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Harus ada tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi. Harus diproses hukum," tutur Marison.

Beruang madu merupakan satwa yang aktif di malam hari atau disebut juga dengan makhluk nokturnal, mereka menghabiskan waktu di tanah dan memanjat pepohonan untuk mencari makanan.

Beruang madu adalah binatang omnivora, Mereka memakan buah-buahan dan tanaman hutan hujan tropis, termasuk juga tunas tanaman jenis palem, kelapa. Mereka juga memakan serangga, madu, burung, dan binatang kecil lainnya.

Beruang madu mempunyai peran yang sangat penting sebagai penyebar tumbuhan buah berbiji besar seperti cempedak, durian, lahung, kerantungan dan banyak jenis lainnya.

4.
Calon PNS pamer bunuh bekantan

Pemilik akun instagram novtamaputra memosting foto hasil buruan bekantan. Pose dia bersama bekantan diberi di instagram berjudul 'hasil berburu'.

Foto ini diposting pelaku melalui Instagram ini, dan disebarluaskan lewat Facebook hingga menuai banyak kecaman dari netizen. Salah satu netizen Arya ExoArya yang mengatakan oknum aparatur negara cuma beraninya sama bekantan.

"Kalau disuruh berantas koruptor berani enggak dia," kata dia.

Kemudian netizen lain Fia Rose Calisty II menilai pemburu bekantan itu tidak mencerminkan perilaku yang baik. Padahal pemburu itu mengenakan seragam Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Sayang banget cowok ganteng begini tapi bego nya bukan main. Semoga yang bersangkutan hanya kurang diedukasi saja soal bekantan ini, semoga saja yang bersangkutan tidak tahu kalau bekantan itu satwa langka yang dilindungi," cetus Amelya Navratilova.

"Kalau enggak salah itu orang Dayak kalimantan, mungkin ketidaktahuan tentang informasi yang dilindungi, jadi penting juga untuk mensosialisasikan atau mengkampanyekan hal tersebut ke pedalaman, jangan hanya duduk di kota besar aja coba turun ke pelosok bantu mengatasinya," tutup dia.

Dari penelusuran merdeka.com, pelaku diketahui masih menjalani pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sayang, saat ini akan ditelusuri lebih jauh, akun Facebookbernama Novtama Putra Widhyadi miliknya sudah diblokir.
Previous
Next Post »