erita
11

inilah manusia tarzan hutan paling nyata di dunia

inilah manusia tarzan hutan paling nyata di dunia Sosok Tarzan sebetulnya hanyalah tokoh fiktif rekaan pengarang asal Amerika Serikat Edgar Rice Burroughs. Kisah Tarzan pertama kali muncul pada sebuah novel berjudul Tarzan of the Apes. Kemudian Tarzan muncul dalam bentuk cerita di majalah pada 1912 dan buku pada 1914.

Menurut kisah, Tarzan adalah putra dari seorang bangsawan Inggris yang terdampar di hutan di Afrika. Dia kemudian dirawat oleh kumpulan gorila dan akhirnya menjadi raja hutan.

Kisah Tarzan ini ternyata bisa terjadi juga di dunia nyata. Beberapa orang tercatat pernah hidup lama di hutan seperti Tarzan. Siapa saja mereka? Simak ulasannya berikut ini.




1.
Bocah ini tinggal bersama orangutan di Kalimantan


Tahun lalu pihak berwenang Malaysia mengumumkan mereka akhirnya berhasil menangkap bocah Borneo yang dilaporkan oleh ratusan desa di kawasan Kalimantan dalam dua tahun terakhir.
Bocah berambut pirang itu dilaporkan sering terlihat bersama rombongan orangutan dan kelihatannya dia sudah menjadi keluarga adopsi sekelompok orangutan itu.

"Kami mencoba mencari tahu berapa usia dan identitas bocah itu," kata juru bicara kepolisian Malaysia Mahmat Rahman, seperti dilansir worldnewsdailyreport.com, Agustus 2014.

Bocah itu terlihat gugup dan agresif ketika didekati manusia. Proses penangkapan bocah itu juga tidak mudah. Petugas harus melumpuhkan tiga orangutan yang berusaha mempertahankan dia.

Bocah itu kemudian dibawa ke rumah sakit dan kini dalam penanganan Departemen Kesejahteraan Sosial.

Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan dia sudah hidup di hutan bersama orangutan selama dua atau tiga tahun. Tubuhnya dalam keadaan sehat tidak kekurangan gizi.

Umurnya diperkirakan berusia antara empat atau tujuh tahun.

"Untuk saat ini identitas dan kenapa dia bisa tinggal di hutan bersama orangutan masih misteri," kata Aisyah Megat, pekerja sosial yang menangani bocah itu.

2.
Remaja ini mengaku tinggal di hutan bersama ayahnya


Pada September 2011 lalu seorang remaja 17 tahun ditemukan di Berlin, Jerman, membawa tas punggung dan tenda. Dia fasih berbahasa Inggris dan mengaku masa remajanya dia habiskan tinggal di hutan bersama ayahnya.

Kepada pihak berwenang dia mengaku tinggal di hutan bersama ayahnya selama lima tahun setelah ibunya meninggal. Kini ayahnya juga sudah meninggal karena jatuh dan dia sudah menguburkan jenazahnya. Namun ketika ditanya dia tidak bisa menunjukkan lokasi persis kuburan ayahnya.

Remaja itu mengatakan ayahnya menyuruh dia ke Berlin untuk mencari pertolongan. Ibunya yang bernama Doreen, meninggal karena kecelakaan mobil dan ayahnya bernama Ryan. Tapi dia tidak bisa menyebutkan nama belakang kedua orangtuanya.

Sejumlah media menyebut bocah itu Ray, si anak hutan.

3.
Ayah dan anak di Vietnam tinggal di hutan selama 40 tahun


Seorang ayah dan putranya yang tinggal di hutan selama 40 tahun ditemukan oleh warga lokal di Vietnam pada 2013 lalu.

Mereka kabur ke hutan karena takut pada serangan bom Amerika Serikat ketika terjadi Perang Vietnam.

Ho Van Thanh, 82 tahun, ditemukan bersama putranya Ho Van Lang, 41 tahun, oleh warga setempat. Keduanya tinggal di sebuah rumah pohon. Lang tinggal di hutan bersama ayahnya sejak 1971. Mereka ditemukan 40 kilometer di dalam hutan oleh warga yang tinggal di desa dekat hutan itu.

Pada 1971 Thanh membawa putranya yang masih bayi ke dalam hutan setelah tentara Amerika mengebom rumahnya sehingga menewaskan istri dan dua anaknya yang lain, seperti dilansir International Business Times, Agustus 2013.

Ketika ditemukan, Lang hanya mengenakan kain cawat. Rumah pohon mereka tingginya enam meter di dekat sungai.

Mereka membuat celana dari kulit dan peralatan lainnya seperti pisau, kapak, dan panah.

Menurut laporan, mereka bertahan hidup dengan makan jagung, daun-daunan, dan membuat ladang tebu. Mereka juga membuat api di dalam rumah pohon untuk menghangatkan tubuh serta merokok tembakau yang ditanam sendiri.

4.
Lelaki jompo ini 60 tahun hidup di hutan


Michael Peter Fomenko, 84 tahun, hidup di hutan liar di sebelah utara Queensland, Australia, selama 60 tahun.

Dia selama ini bertahan hidup di hutan dengan makan buaya dan babi hutan. Dia menangkap dan membunuh hewan liar itu dengan tangan kosong.

Koran the Daily Mail melaporkan, Selasa (15/9), Fomenko diyakini adalah putra dari Putri Rusia Elizabeth Machabelli.

Dia terbang ke Sydney pada usia 24 tahun dan mengucilkan diri dari kehidupan dunia luar di dalam hutan di antara Cape York dan Ingham. Dia menjalani hidup semacam itu karena terinspirasi karya sastrawan Yunani Homer, The Odyssey.
Pada 1959, Fomenko dilaporkan diselamatkan oleh suku pedalaman dari kondisi kelaparan di dalam hutan.

Menurut koran the Sydney Morning Herald, pada 1964 polisi sempat menahannya karena tingkahnya membahayakan. Dia kemudian dianggap gila.

Dia kemudian pernah beberapa kali dikarantina dan diberi terapi kejutan listrik. Tapi kemudian dia dilepaskan dan kembali ke hutan.

Fomenko hidup dengan suku asli Aborigin hingga 2012 lalu dirawat oleh lembaga jompo.

Ayahnya adalah Daniel Fomenko asal Georgia yang dulunya bagian dari Uni Sovyet. Keluarga Fomenko kabur ke Jepang pada 1930-an.

Tapi ketika Jepang menjajah China hingga memicu Perang Pasifik pada 1937, keluarga Fomenko kembali kabur ke Sydney.

Merasa terasing dengan bahasa dan statusnya sebagai pengungsi, Fomenko perlahan mengucilkan diri ke hutan, menjauhi dunia modern.
Pada akhir 2012 dia kembali menjadi sorotan setelah warga sekitar melaporkan dia hilang.

Pekan lalu dia akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat di sebuah rumah jompo. Dia rupanya sudah tinggal di sana sejak 2012.

"Dia cukup senang berada di sini," kata seorang perawat di rumah jompo kepada the Courier Mail.

"Dia tidak mau berbicara dengan siapa pun. Dia penyendiri. Tapi dia bahagia dan nyaman di sini."
Previous
Next Post »