erita
11

ini penyakit paling mematikan pada hewan di dunia

ini penyakit paling mematikan pada hewan di dunia Bersentuhan dengan hewan memang menyenangkan. Terutama jika Anda memelihara hewan yang lucu seperti anjing, kucing, atau hamster. Walaupun demikian, Anda tetap harus memperhatikan kebersihan tubuh mereka. Sebab bulu hewan mampu mengandung virus dan bakteri penyebab penyakit yang tak kasat mata. Belum lagi dengan ditambah adanya kuman yang ada di dalam air liur mereka. Sehingga Anda harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatan tubuh hewan dan Anda sendiri.

Topik kesehatan yang dikenal dengan zoonis ini memang seringkali menjadi bahaya kesehatan yang tidak disadari manusia. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa penyakit mengerikan yang bisa disebabkan oleh hewan di sekitar Anda bahkan hewan peliharaan Anda sendiri.




1.
Flu burung


 Flu burung atau yang juga dikenal dengan sebutan avian influenza ini menularkan virus yang menjangkiti burung dan mamalia. Virus yang populer disebut dengan Virus H5N1 ini mampu masuk ke dalam tubuh manusia lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi virus hingga bersentuhan langsung dengan tubuh penderita. Virus ini mampu bertahan hidup dalam suhu yang dingin namun akan seketika mati ketika terkena panas tinggi. Oleh karena itu proses pemasakan daging unggas yang benar sangat penting untuk mencegah menularnya virus ini melalui makanan.

Di Indonesia sendiri, kasus H5N1 pertama kali terdeteksi mengenai hewan di tahun 2004 dan kemudian menular ke manusia di tahun 2005. Hingga saat ini terdeteksi sekitar 75 kasus H5N1 dengan angka kematian sebanyak 58 orang. Kebanyakan, virus ini menular lewat konsumsi daging yang mengandung virus H5N1.

Tak hanya itu saja, dibandingkan dengan negara lain, Indonesia termasuk negara dengan angka kejadian virus H5N1 yang rendah. Hal ini terjadi berkat kesigapan pemerintah Indonesia dalam menghadapi datangnya virus flu burung. Pemerintah melakukan sosialisasi terhadap virus ini hingga masyarakat awam mengetahuinya. Selain itu, pemerintah juga dengan sigap melakukan karantina, memusnahkan hewan yang terindikasi virus flu burung serta melakukan koordinasi dengan berbagai macam stake-holders guna menumpas virus ini.

2.
Rabies


Kasus rabies merupakan hal yang sudah tidak asing di Indonesia. Penyakit ini muncul melalui hewan yang terkontaminasi virus rabies di dalam tubuhnya. Selain anjing, virus rabies mampu menular lewat kucing, kera, rakun serta kelelawar. Gigitan hewan yang mengandung virus Rhabdoviridae ini akan muncul gejalanya biasanya dalam waktu 30-50 hari setelah terinfeksi. Pada tahap awal, pasien akan mengalami demam, kehilangan nafsu makan, dan mual. Jika hal ini dibiarkan maka infeksi virus akan semakin menyebar dan membuat manusia mengalami nyeri sekujur tubuh, keluar banyak air liur, takut pada cahaya, gangguan seluruh sistem saraf, dan berakhir dengan kelumpuhan dari bagian atas hingga bagian bawah tubuh.

Bila Anda merasa terinfeksi penyakit ini karena gigitan hewan yang Anda tidak yakin dengan kesehatan tubuhnya, segera cuci luka Anda dengan sabun di bawah air mengalir selama 10-15 menit dan kemudian bubuhkan alkohol di atasnya. Setelah itu Anda bisa mendatangi pihak medis untuk mendapatkan suntikan vaksin rabies. Biasanya suntikan akan diberikan di tempat gigitan dan di pusat syaraf.

3.
Malaria


Selain demam berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, malaria juga termasuk penyakit yang sama dan bahkan tidak bisa disepelekan. Sebab sekali Anda terinfeksi penyakit ini, maka virus malaria akan menghinggapi tubuh Anda seumur hidup dan akan kambuh dalam kondisi tubuh yang menurun.

Penyakit malaria disebabkan oleh parasit yang bernama Plasmodium yang sebelumnya ada di dalam tubuh nyamuk. Ketika parasit ini memasuki tubuh Anda, maka parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati dan kemudia menginfeksi sel darah merah yang mampu membuat penderitanya mengalami gejala seperti flu. Di Indonesia sendiri, kasus malaria masih terbilang tinggi. Sekitar 70% kasus malaria ditemukan di Indonesia bagian timur. Hal ini terjadi sebab faktor geografis yang sulit dijangkau serta kondisi penduduk Indonesia bagian timur yang menyebabkan penyakit ini sulit untuk diberantas..

4.
Bruselosis


 Penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Brucella ini bisa menulari tubuh manusia dari hewan ternak yang sebelumnya terinfeksi oleh bakteri ini seperti sapi, kambing, babi, dan biri-biri. Penyakit yang gejala awalnya ditandai dengan demam yang naik turun biasanya menulari mereka yang berkutat dengan hewan ternak seperti peternak, tukang potong hewan (jagal), pemerah susu, hingga mereka yang bekerja di pabrik pengolahan kulit hewan.

Bakteri Brucella biasanya masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit yang terbuka, menghirup debu yang terkontaminasi kotoran binatang, atau memakan produk hewan yang sebelumnya terkontaminasi. Gejala awal dari penyakit ini adalah munculnya demam, pusing, nyeri otot, atau sendi. Jika Anda mengalaminya, segera periksakan menuju dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat

5.
Toksoplasmosis


Toksoplasmosis menjadi ditakuti oleh para wanita sebab banyak yang menyebutkan bahwa ketika Anda terinfeksi penyakit ini, maka Anda akan sulit untuk hamil. Toksoplasmosis sendiri adalah penyakit parasitik yang disebabkan oleh parasit bernamaToxoplasma gondii. Parasit ini banyak memasuki tubuh makhluk berdarah hangat seperti kucing. Oleh karena itu ketika Anda terkontaminasi dengan kotoran kucing atau bulu kucing, sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan Anda. Selain itu, Anda sebaiknya juga berhati-hati saat mengonsumsi daging hewan yang terkontaminasi oleh penyakit ini. Sehingga selalu pastikan bahwa daging yang Anda konsumsi matang sempurna sebagai penanda bahwa kuman dan bakteri di dalamnya telah mati.

Itulah beberapa daftar penyakit yang disebabkan oleh hewan yang cukup familiar di Indonesia. Walaupun Anda tidak bisa memperkirakan datangnya penyakit ini, namun Anda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan beberapa langkah sederhana seperti selalu menjaga kebersihan tubuh, meningkatkan kesehatan lingkungan termasuk hewan di sekitar Anda, serta selalu memastikan untuk mengonsumsi bahan makanan yang dimasak dengan benar dan aman.
Previous
Next Post »