erita
11

Komik Manga Ini Belum Pantas Tamat Sampai Pengarangnya Meninggal

Komik Manga Ini Belum Pantas Tamat Sampai Pengarangnya MeninggalBudaya manga tak terasa sudah lebih dari dua dekade merasuk ke dalam tanah air kita. Beragam judul menarik seperti Doraemon, Dragon Ball, Candy Candy, hingga Astro Boy, sukses menyihir masyarakat Indonesia di era 1990-an.



Namun seiring berjalannya waktu, kita menyadari ada banyak judul manga yang memiliki kontinuitas menarik. Sehingga, kita pun berharap agar kisah-kisahnya tak segera berakhir begitu saja sebelum pengarangnya wafat.



Di Indonesia sendiri, sebetulnya manga Doraemon sangat menarik untuk dilanjutkan, namun salah satu pengarangnya dari duet Fujiko F. Fujio, Fujimoto Hiroshi, telah meninggalkan dunia ini.



Sehingga, kita hanya disisakan oleh beberapa judul manga menarik lainnya yang rasanya boleh saja dianggap tak layak untuk ditamatkan sampai para pengarangnya menyusul mangaka Doraemon itu. Apa saja judul-judul manga itu? Simak deretan selengkapnya.


Detective Conan


Diciptakan oleh pengarang Yaiba, Aoyama Gosho, manga Detective Conan sangat kental dengan nuansa misteri, kriminal, dan tentu saja detektif.

Apa yang membuat Detective Conan belum layak ditamatkan sebelum sang pengarang meninggal adalah faktor kepopulerannya serta alur cerita utama yang sangat panjang dan menggemaskan.


Coba perhatikan, manga ini mampu membius siapa pun yang bukan dari kalangan otaku - alias penggemar berat anime dan manga. Khalayak umum banyak yang suka dan mengikuti manga satu ini. Sehingga, kepopulerannya tak perlu ditanyakan lagi.

Untuk alur ceritanya, manga berjudul asli Meitantei Conan atau yang di AS disebut Case Closed ini, mempertahankan format kasus kriminal yang sangat kental. Bahkan usia karakternya pun tak berubah-ubah meskipun teknologi atau isu global yang aktual terus berkembang di dalam ceritanya.


Konklusi alur utamanya pun belum ada tanda-tanda untuk dimunculkan - yaitu bagaimana detektif remaja Shinichi Kudo mengakhiri kutukan tubuh anak SD akibat perbuatan organisasi hitam, serta apa yang dilakukannya untuk menaklukkan organisasi jahat tersebut.

Maka, tak ada alasan bagi Aoyama Gosho untuk menamatkan Detective Conan sebelum napasnya berakhir. Apalagi, kisahnya masih dijadikan sebagai materi anime layar lebar setiap tahun

Naruto


Tema ninja di dunia antah berantah yang diangkat dalam kisah Naruto telah sukses menggaet banyak orang untuk mengikutinya. Apalagi, tak hanya otaku yang penasaran dengan alur manga ciptaan Masashi Kishimoto ini.



Hebatnya lagi, jika diteliti lebih jauh, siapapun pasti kenal dengan nama Naruto. Entah itu di belahan bumi mana pun, usia berapa pun, tentu tak asing lagi dengan nama karakter ninja berambut pirang tersebut.


Ditambah lagi, di Indonesia sendiri orang-orang yang berprofesi sebagai buruh pabrik, pedagang, pelayan angkutan umum, hingga pelajar dan anak-anak di pelosok tanah air pun pasti mengenal sosoknya.

Oleh karena itu, franchise Naruto seharusnya tak boleh tamat begitu saja. Sayang memang, Masashi Kishimoto baru saja mengakhirinya pada tahun lalu. Tetapi paling tidak, ia masih memiliki hasrat untuk melanjutkan kisah Naruto dan karakter lainnya melalui manga spin-off dan film anime layar lebar bertajuk Boruto: Naruto the Movie.


Minimal Kishimoto harus terlibat dalam film layar lebar bertema Naruto atau membuat manga pendeknya setiap tahun yang menyorot kehidupan Boruto maupun orang-orang di sekelilingnya. Sehingga, kisah di dunia Naruto pun terus berjalan hingga ajal menjemput sang mangaka fenomenal itu.

One Piece






Konsep bajak laut di dalam kisah One Piece mampu dibuat sangat menarik oleh sang pengarang, Eiichiro Oda. Ia sukses merangkai jalinan cerita yang tergolong bagus dan menarik bagi ukuran sebuah manga.

Generations from Exile Tribe sebentar lagi akan meramaikan anime One Piece dengan lagu baru mereka.
Ditambah lagi, Oda mampu membeberkan perjuangan sang tokoh utama, Luffy dengan sangat baik. Ia juga memberikan Luffy rekan-rekan yang unik hingga di setiap chapter karangannya seru untuk disimak dan sayang untuk dilewatkan.

Namun begitu, sang mangaka sudah berjanji kalau One Piece akan ditamatkan olehnya suatu hari nanti. Di jilid ke-50 pun, Oda mengaku kalau mahakaryanya itu sedang di tengah perjalanan menuju akhir cerita.

One Piece tidak akan tampil di majalah Weekly Shonen Jump edisi 28 dan 29.
Andaikan Oda serius untuk menamatkan One Piece di jilid ke-100, minimal ia harus membuat cerita spin off atau sekuel seperti yang dilakukan oleh Masashi Kishimoto dengan film dan manga pendek kelanjutan Naruto melalui kisah Boruto.



Bisa saja, One Piece dilanjutkan dengan karakter baru yang merupakan keturunan kru bajak laut Topi Jerami, atau menyorot karakter muda lainnya dalam menjalani hidup di dunia para pelaut itu. Bila itu terjadi, nama Eiichiro Oda pun bisa lebih harum ketimbang inspiratornya, Akira Toriyama, sang pencipta Dragon Ball.

Great Teacher Onizuka (GTO)









Manga Great Teacher Onizuka atau yang sering disingkat GTO memiliki satu karakter unik dan menarik bernama Eikichi Onizuka. Profesinya yang beralih dari seorang ketua geng/preman menjadi guru SMA, sudah sewajarnya menjadi inspirasi tersendiri.

Tema utama yang akan diusung oleh pengarang GTO, Tohru Fujisawa dalam manga Oishii Kamishama masih belum diketahui.
Sang pengarang, Tooru Fujisawa sendiri dikenal telah memiliki beragam karya di luar jagat cerita GTO. Memang manga GTO sudah ditamatkan, namun itu tak menghentikan Fujisawa dalam menciptakan kisah-kisah spin-off lainnya seperti Shonan 14 Days, GT-R, hingga GTO Paradise Lost.

Maka dari itu, sudah menjadi keharusan bagi Fujisawa untuk bisa menyajikan alur kehidupan baru Onizuka yang lebih seru ke depannya. Terutama, bagaimana ia berkeluarga atau melihat murid-muridnya yang telah menjadi orang dewasa memiliki kehidupan sukses.


Sebuah kendala penerbitan tengah melanda manga GTO Paradise Lost dan tertunda hingga musim dingin.


Jika itu diwujudkan, maka Tooru Fujisawa mungkin saja ke depannya bisa menjadi seorang mangaka yang menginspirasi banyak orang untuk menjadi seorang guru. Namanya setelah wafat pun bakal seharum Takehiko Inoue, mangaka Slam Dunk yang sukses menghidupkan olahraga bola basket di Jepang.

Ironfist Chinmi (Kung Fu Boy)





Takeshi Maekawa sudah bukan nama yang asing lagi di dunia internasional, terutama di Indonesia. Manga Kungfu Boy (berjudul asli Tekken Chinmi atau Ironfist Chinmi) ciptaannya telah menjadi satu karya spektakuler dalam menghadirkan bela diri kung fu dengan lebih menarik.

Tekken Chinmi (Kungfu Boy). (Kodansha)
Maka tak heran jika Maekawa nantinya terus melanjutkan kisah hidup Chinmi melalui judul-judul baru Kungfu Boy seperti yang sedang ia kerjakan saat ini. Contoh saja New Kungfu Boy atau Kungfu Boy Legends yang menyorot kehidupan Chinmi seiring bertambahnya usia.

Apalagi dalam cerita Kung Fu Boy, Chinmi sudah terlanjur menjadi ikon tersendiri di dunia manga bertema bela diri. Karakternya sudah terlanjur dikenal di hampir seluruh masyarakat dunia.

Tekken Chinmi (Kungfu Boy). (Kodansha)

Alhasil, tak ada alasan bagi Takeshi Maekawa untuk menamatkan aksi-aksi Chinmi ke depannya. Rasanya juga cukup menarik jika Maekawa membawa kisah Kungfu Boy hingga menampilkan Chinmi versi tua dan salah satu muridnya mengambil alih perannya sebagai tokoh utama.
Previous
Next Post »