erita
11

5 Lokalisasi Paling Aneh di Dunia

Di beberapa negara, prostitusi adalah praktek yang ilegal terutama di negara-negara yang mayoritas penduduknya menganut Islam. Namun,lain halnya di beberapa negara dengan paham liberal, prostitusi di legalkan mengingat besarnya pajak yang dihasilkan dari bisnis prostitusi dan menjadi salah satu penghasil devisa terbesar bagi negara tersebut.

Prostitusi berkembang sangat pesat di negara-negara yang melegalkan bisnis haram ini. Berbagai macam cara dan upaya dilakukan untuk menarik pengunjung, mulai dari prostitusi klasik hingga yang ekstrem bahkan terkesan aneh dan tak biasa. Mungkin anda pernah mendengar Red District Amsterdam yang begitu populer. Tempat di mana para penjaja seks memampangkan diri di balik etalase, persis menakin, namun hidup. 

Namun ternyata nih, itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan daftar 5 Lokalisasi Paling Aneh di Dunia yang akan kami sajikan berikut ini. Penasaran kan? yuuk kita simak bersama!

1. The Sex Doll Brothel, Jepang 

Seperti namanya, seluruh penjaja seks di tempat ini bukanlah perempuan-perempuan sungguhan. Melainkan perempuan yang terbuat dari lateks. Karet khusus yang dibentuk dengan teknologi tinggi (antara lain kombinasi silikon), hingga memiliki bentuk dan ukuran layaknya perempuan sungguhan. 

Terdapat di Tokyo dan Kyoto, serta beberapa kota besar lain, siapapun yang ingin menjajal boneka-boneka ini harus mengeluarkan uang cukup besar. Untuk satu kali "kencan" dibanderol kurang lebih (jika dikonversi ke rupiah), Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta, tergantung pada bonekanya. Boneka perempuan non-Jepang lebih mahal.

2. Big Sister, Republik Ceko 

Di manapun di dunia, tempat prostitusi mengharuskan pelanggan-pelanggannya membayar jasa perempuan penjaja seks yang mereka sediakan. Tapi Big Sister berbeda. Tempat prostitusi terletak di Kota Praha, Republik Ceko ini, justru menggratiskannya. 

Sepenuhnya gratis? Sebenarnya tidak juga. Pemakai jasa penjaja seks membayar dengan cara lain. Yakni memperbolehkan aktivitas seksual mereka direkam dengan video-video yang terdapat di kamar. Video-video ini akan diedit secara profesional dan kemudian disebarluarkan ke seluruh penjuru dunia. Selain secara online, rekaman-rekaman ini juga dijual dalam bentuk DVD. 

Konsekuensi yang ternyata sangat berat untuk diterima. Semakin hari, pelanggan Big Sister terus berkurang hingga akhirnya, pada akhir 2010, pemilik bisnis ini memutuskan menutupnya.

3. Star Wars Bordello Club, Amerika Serikat 

Disediakan khusus untuk para pemburu seks yang suka berfantasi. Seluruh pernik Bordello Club, klab malam dan diskotek yang terdapat di Kota Los Angeles, Amerika Serikat ini, identik dengan film Star Wars. Tak terkecuali para penjaja seksnya.

Mereka mengenakan kostum prajurit jedi, alien, juga berpakaian seperti Padme Amidala, Ahsoka Tano, bahkan C-3PO dan Darth Veder.

4. Pleasure in Forest, Polandia 

Seperti umumnya negara Eropa Timur lain, Polandia, melegalkan prostitusi. Namun berbeda dari negara-negara lain di kawasan itu, pemerintah Polandia memberlakukan pajak yang tinggi. Demi menghindari hal itu, para pebisnis penjaja seks di Kota Warsaw, melakukan terobosan. Mereka pergi ke daerah pinggiran, ke tepi-tepi hutan yang eksotis, dan melakukan transaksi-transaksi seks di sana. 

Tidak seperti prostitusi "hutan" di Nigeria, apa yang disebut sebagai Pleasure in Forest ini mengemas "jualan" mereka hingga masih tetap menyisakan keelitan. Mereka menyediakan mini- mini van atau truk yang bagian dalam dan baknya sudah disulap sedemikian rupa hingga menyerupai kamar-kamar. 

Penjaja seks yang tidak bernaung di bawah mucikari, membawa pelanggan-pelanggan mereka ke hotel-hotel kecil yang tumbuh cepat di kawasan itu. Atau ke rumah-rumah "petani", rumah yang dikelola warga setempat yang mencium bisnis ini untuk meraup keuntungan pula.

5. Presidential Suite, Australia 

Dari sisi "fisik", sesungguihnya tidak ada yang aneh dari tempat prostitusi ini. Presidential Suite, yang terdapat di Kota Sidney, Australia, merupakan salah satu lokasi pelacuran papan atas. Banderol penjaja seksnya terbilang tinggi. 

Hal yang membuatnya jadi aneh adalah pemberlakuan discount alias potongan harga. Ibarat membeli pakaian, mereka memberlakukan potongan "Buy 10 Get 1 Free". Artinya, tiap tamu yang telah menggunakan jasa penjaja seks sebanyak 10 kali, ia akan mendapat satu kali kencan gratis. Bagaimana menghitungnya? Tiap tamu mengisi semacam "daftar hadir". Aturan ini tetap berlaku jika satu tamu dalam satu kali kunjungan, "memesan" 10 penjaja seks sekaligus. Namun menurut pihak pengelola Presidential Suite, hal yang terakhir ini belum pernah terjadi.
Previous
Next Post »