erita
11

12 Wanita Paling Kejam & Sadis di Dunia


Jangan main-main dengan wanita, karena wanita adalah pribadi yang selalu mengutamakan hati dan perasaan dalam mengambil keputusan. Jika Anda berani bermain-main dengan perasaan mereka, maka bersiaplah untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga dari mereka.

Berikut ini adalah daftar wanita paling kejam dan sadis di dunia. Ketika hati dan perasaan mereka terusik, wanita tidak segan-segan melakukan hal-hal tidak terduga oleh kebanyakan orang. Artikel ini dibuat bukan untuk memojokkan para wanita, tetapi justru sebagai sebuah peringatan kepada para pria untuk tidak menyakiti perasaan wanita. Karena - jika perasaan mereka telah disakiti - maka pembalasan yang akan Anda terima akan jauh lebih sakit dan mengerikan.


1. SUSAN DIANNE EUBANKS

Tanggal 26 Oktober 1997, Susan Dianne Eubanks melakukan hal yang tidak terpikirkan oleh banyak orang : Dia menghabisi empat orang anak kandungnya dengan cara yang sangat sadis di rumahnya di California. Keempat anaknya - Brandon (14), Austin (7), Brigham (6), dan Matthew (4) - ditembak dari jarak dekat di arah kepala. Setelah menghabisi keempat anaknya, Susan bunuh diri dengan cara menembak perutnya sendiri. Usaha bunuh dirinya gagal, karena nyawanya terselamatkan.

Di persidangan, Susan mengakui bahwa tindakan yang dilakukannya adalah sebagai tindakan balas dendam terhadap suaminya yang meninggalkannya. Di dalam hatinya, Susan sangat mencintai keempat anaknya. Bahkan tindakan membunuh anak-anaknya, menurut Susan, sebagai tindakan cintanya yang mendalam terhadap keempat buah hatinya itu. Faktor yang melatarbelakangi Susan melakukan tindakan itu adalah latar belakang keluarganya yang alkoholik, dan depresi yang dideritanya pasca melahirkan.

Atas tindakannya ini, Susan dijatuhi hukuman mati.


2. FRANCES NEWTON

Frances terbilang wanita yang sangat cerdas, walau sangat sadis. Tanggal 7 April 1987, dia  membunuh suaminya, dan kedua anaknya - Alton (7), dan Farrah (21 bulan). Semua bukti sudah jelas mengarah padanya sebagai pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan itu. Namun wanita kelahiran Texas ini tidak pernah mengakui tindakannya. Bahkan dia dengan konsisten mengatakan bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah anggota geng di mana suaminya berhutang uang pada mereka.

Lewat proses peradilan yang cukup panjang, akhirnya Frances dinyatakan bersalah dan dihukum mati dengan suntikan mematikan. Saat diminta Hakim untuk mengucapkan pernyataan terakhir sebelum hukuman mati dijalankan, Frances hanya menggeleng dan mengatakan, "Tidak".


3. ANDREA YATES

Wanita berusia 40 tahun yang tinggal di Houston ini menggemparkan dunia karena dia tega menghabisi lima  orang anaknya dengan cara membenamkan mereka ke dalam bathtub. Kejadian itu terjadi pada bulan Juni 2001, di mana Andrea membenamkan kelima anaknya hingga tewas, setelah itu mengangkat kelimanya, membersihkan tubuh mereka, dan meletakkan mereka di atas tempat tidur.

Dalam pengadilan disebutkan kalau Andrea melakukan hal itu karena mendengar suara yang menyuruhnya melakukan hal tersebut. Pernyataan itu sontak menimbulkan pro dan kontra berkepanjangan. Andrea sendiri mengaku bahkan dirinya dirasuki setan dan dia sedang berjuang untuk mengalahkan setan yang ada di dalam tubuhnya. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan anak-anaknya dari cengkraman setan adalah dengan membunuh mereka, sebelum setan melakukannya.

Andrea dinyatakan tidak bersalah dan menderita gangguan kejiwaan. Saat ini Andrea masih dirawat di rumah sakit jiwa di Houston.


4. LIANNE SMITH
Wanita Inggris ini terbukti bersalah telah membunuh anaknya - Rebecca (5) dan Daniel (11 bulan) - di Hotel Miramar, Spanyol, tanggal 17 Mei 2010 silam. Kedua anak itu dibunuh dengan cara kepala mereka dibekap plastik hingga kehabisan nafas. Kejadian ini terjadi setelah kekasihnya, Martin Smith, ditangkap karena melakukan pelecehan seksual pada anak-anak.

Dari pengakuannya, diketahui kalau Lianne tahu kekasihnya adalah pria penyuka anak-anak (pedofil) dan pernah melakukan tindakan tercela pada kedua anaknya. Dan Lianne tidak keberatan sama sekali. Namun setelah kekasihnya ditahan polisi, dia kuatir anak-anaknya akan diambil oleh Dinas Sosial Inggris karena mereka akan membocorkan rahasia dirinya yang membiarkan anak-anaknya menjadi korban Martin. Sebelum hal itu terjadi, Lianne memutuskan untuk membungkam mulut kedua anaknya dengan cara membunuh mereka. 


5. DIANE DOWNS

Tahun 1983, Amerika kembali dikejutkan dengan berita tentang pembunuhan kejam yang dilakukan seorang ibu. Diane Downs menembaki tiga anaknya dengan sangat brutal di rumahnya. Untuk membuat cerita seolah-olah dia korban perampokan, Diane menembak tangannya. Saat dibawa ke rumah sakit, sikap Diane sangat tenang, bahkan tidak menampakkan emosi saat melihat jenasah ketiga anaknya. Hal ini mengundang kecurigaan para medis rumah sakit.

Saat diinvestigasi, Diane dengan cerdiknya membuat cerita yang sangat meyakinkan dan nyaris membuatnya lolos dari jerat hukum. Namun berkat penyidikan tim forensik, akhirnya terbukti kalau Diane benar-benar membunuh anak-anaknya. Sembilan bulan kemudian, Diane ditahan dengan tuduhan melakukan pembunuhan dan dijatuhi hukuman seumur hidup. Dari pengakuannya, Diane mengatakan bahwa dia membunuh ketiga anaknya karena kekasihnya tidak ingin hidup bersama dengan anak-anak Diane. Daripada kehilangan kekasihnya, Diane memutuskan untuk menghabisi ketiga buah hatinya. 


6. KENISHA BERRY

Kenisha Berry adalah ibu yang sangat kejam. Tahun 1998, saat dia berusia 20 tahun, Kenisha melahirkan anak pertamanya dari hasil hubungan gelap. Setelah melahirkan, tanggal 29 November 1998, Kenisha membungkusi sekujur tubuh anaknya dengan lakban dan membuangnya ke bak sampah. Bayi itu tewas dan ditemukan orang beberapa hari kemudian. Kasus penemuan bayi yang dibungkus lakban - yang dikenal dengan Kasus Baby Hope - itu menghebohkan warga Amerika. Kasus ini tidak pernah terbongkar hingga lima tahun kemudian, Juni 2003, terjadi lagi kasus serupa. 

Polisi bekerja keras mencari pelakunya, dan akhirnya menciduk Kenisha bulan Februari 2004. Atas tindakannya, Berry dijatuhi hukuman mati. Tetapi setelah banding, hukuman Kenisha menjadi hukuman penjara seumur hidup.


7.  KATHERINE KNIGHT

Katherine Knight menjadi wanita Australia pertama yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup akibat kesadisannya. Wanita yang diduga mengalami gangguan kejiwaan ini menghabisi suaminya, John Charles Thomas Price, dengan cara menusuknya dengan pisau daging sebanyak 37 kali, kemudian menggantung sang suami, lalu mengulitinya, dan memotong daging suaminya menjadi beberapa bagian kecil. Daging tersebut dimasaknya, untuk diberikan kepada anak-anaknya sebagai menu makan malam.

Polisi berhasil datang dan menciduk Katherine beberapa jam sebelum anak-anaknya pulang untuk bersantap malam. Atas tindakan kejamnya ini, Katherine dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.


8.  STACEY CASTOR

Harta menjadi alasan bagi Stacey untuk menghabisi suaminya. Wanita berusia 41 tahun ini tahun 2005 silam, menyuntikkan racun ethylene glycol yang cukup banyak ke dalam tubuh suaminya, sehingga sang suami tewas. Penyidikan awal menyimpulkan kalau Michael Wallace, suami Stacey, tewas karena serangan jantung. Namun penyidikan lanjutan menunjukkan adanya kadar racun yang cukup tinggi dalam tubuh Michael, sehingga kecurigaan mengarah pada Stacey.

Stacey tidak tinggal diam. Dia mengarahkan tuduhan pada Ashley, anak kandungnya sendiri, sebagai pembunuh Michael. Masalahnya, Ashley baru berusia 11 tahun saat Michael tewas. Tidak kurang akal, tahun 2007, Stacey berusaha membuktikan anaknya sebagai pembunuh suaminya dengan cara menyuntikkan narkoba dan berbagai macam obat berbahaya ke dalam tubuh si anak. sehingga Ashley mengalami overdosis. Stacey kemudian membuatkan surat bunuh diri mengatasnamakan Ashley di mana dalam surat itu, Ashley mengakui sebagai pembunuh ayahnya.

Ashley berhasil diselamatkan. Setelah mengetahui perbuatan ibu kandungnya, Ashley akhirnya membawa sang ibu ke meja hijau atas tuduhan percobaan pembunuhan berencana. Tahun 2009, pengadilan memutuskan Stacey bersalah secara meyakinkan telah melakukan percobaan pembunuhan atas anak kandungnya, serta dengan meyakinkan telah melenyapkan nyawa suaminya Michael Wallace. Atas tindakannya ini, Stacey dihukuman 25 tahun penjara.


9. KATYA KHARITOVONOVA

Satu kejadian menghebohkan terjadi di Rusia awal tahun 2000 silam. Katya Kharitononova (36) dihukum penjara 2 tahun setelah terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap suaminya, Mikhail (40), dan sahabatnya, Liza Dmitriyeva (33). Kejadiannya berawal saat Katya mengundang Liza, sahabatnya, untuk makan malam bersamanya dan suaminya. Setelah makan malam, Katya tertidur, sedangkan Liza dan Mikhail (suami Katya) menonton film.

Sejam kemudian, Katya terbangun dan menemukan suaminya sedang berhubungan intim dengan Liza. Sontak melihat hal itu, Katya mengamuk. Dia menghantamkan lampu hias ke kepala Liza, dan menyerang suaminya yang dalam kondisi telanjang. Tanpa ampun, Katya menggigit penis suaminya hingga nyaris putus. Untung tetangga mereka menelepon polisi dan ambulan, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Dan penis Mikhail berhasil disambung lagi lewat operasi.

Dalam persidangan, Katya dihukum hukuman penjara 2 tahun. Hakim yang mengadilinya mengatakan bahwa Katya tidak berhak melakukan tindakan kekerasan seperti itu walau pun terprovokasi oleh tindakan suami dan sahabatnya.


10.  BETTY NEUMAR
Betty Neumar - wanita berusia 76 tahun yang tinggal di North Carolina, Amerika Serikat - ditahan setelah terbukti membunuh 5 dari 6 suaminya. Motifnya tidak lain adalah mendapatkan uang asuransi para suaminya. Kasus ini mulai terkuak tahun 1986, saat Betty mendapatkan US$ 20,000 dari asuransi Harold Gentry - suami keempatnya - yang tewas tertembak di rumahnya. Setahun kemudian, anak Harold tewas dan Betty mendapatkan uang asuransi dari kematian anak tersebut sebesar US$ 10,000. Tahun 2008, Betty menikah dengan suami kelimanya - John Neumar - di mana tidak lama berselang suaminya tersebut meninggal karena penyakit septis. Kematian Neumar pun memberikan keuntungan bagi Betty karena dia kembali mendapatkan uang asuransi suaminya tersebut.

Ketika nenek itu membelikan asuransi jiwa bagi cucunya - Jeff Carstensen, yang juga cucu dari John Neumar - sebesar US$ 100,000, kecurigaan sontak timbul. Jeff menolak asuransi yang dibeli neneknya dan meminta aparat untuk menyidiki kematian kakeknya. Dari sanalah terungkap semuanya.


11. VICKI LOWING

Wanita Australia usia 52 tahun ini sungguh mengerikan. Dia lebih mencintai buaya peliharaannya daripada apapun di dunia. Bahkan Vicki rela melakukan apapun demi peliharaannya itu. Maka ketika suaminya, Greg Lowing, mengajukan gugat cerai karena Vicki memilih lebih mencintai buaya peliharaannya daripada keluarganya sendiri, maka Vicki melakukan hal yang tidak terduga oleh banyak orang : dia melemparkan buaya itu ke arah suaminya dan membiarkan buaya tersebut memakan suaminya.

Saat ditahan oleh pihak berwajib, Vicki dengan enteng memberikan penjelasan, "Suami dapat mengurusi dirinya sendiri. Namun Buayaku tidak dapat membuatkan makanannya sendiri. Anda tentu tidak akan tega membiarkan Buah Hati Anda kelaparan, bukan?"


12. JUDIAS V. "JUDY" BUENOANO

Judy Buenoano dikenal masyarakat Amerika Serikat salah satu wanita tersadis yang pernah ada. Tahun 1971, dia meracuni suaminya, James Goodyear - Sersan Angkatan Udara Amerika - menggunakan arsenik. Dengan racun yang sama, dia pun meracuni anaknya Michael (19) dan menenggelamkan anak tersebut di sungai. Tindakannya dilakukannya agar dia dapat memperoleh uang asuransi jiwa suami dan anaknya sebesar US$ 240,000. 

Tahun 1983, dia mencoba membunuh tunangannya, John Gentry. Usaha pertamanya adalah dengan meledakkan mobil yang dikemudikan John. Usaha tersebut gagal. Usaha kedua adalah dengan mengganti vitamin yang biasa diminum John dengan campuran arsenik dan formalin. Tapi usaha ini pun gagal,  karena John mencurigai vitamin yang diminumnya. Berbekal "vitamin" tersebut, John melaporkan Judy ke pihak berwajib. Latar belakang Judy ditelusuri. Jenasah Sersan Goodyear dan Michael pun diotopsi ulang. Dari sana, pihak berwajib menemukan racun yang sama yang digunakan Judy untuk membunuh John. Penyidikan lebih lanjut menemukan bahwa sedikitnya Judy telah membunuh 2 orang lain - yang juga kekasih Judy - jauh sebelum dia membunuh Sersan Goodyear.

Tahun 1998, Judy dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati dengan kursi listrik. Dia adalah wanita pertama asal Florida yang menjalani hukuman mati dengan kursi listrik. 
Previous
Next Post »