erita
11

Inilah Sosok Asli Burung Garuda yang Menjadi Simbol Pancasila


Dalam dongeng Mahabarata , burung Garuda digambarkan sebagai burung yang perkasa, setia kawan, dan berani. Burung Garuda adalah kendaraan Dewa Wisnu ketika berkelana ke penjuru Bumi. Burung Garuda,sebagai lambang negara Indonesia, digambarkan sebagai burung berjambul dan berbulu emas.
Para ahli burung sudah lama mencari burung yang dianggap mewakili keperkasaan dan sifat burung Garuda. Gambar lambang negara Indonesia hanya memberi petunjuk burung Garuda adalah burung berjambul. Selebihnya, sifat burung Garuda digambarkan para pendiri negara Indonesia berdasar dongeng Mahabarata.
Dari sekian banyak burung Indonesia, ada satu burung yang dianggap memiliki ciri-ciri burung Garuda. Itulah burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi ).
Burung Elang Jawa termasuk burung asli atau burung endemik Pulau Jawa . Jumlahnya sekarang sudah sangat langka dan sulit ditemukan. Saat ini diperkirakan hanya ada sekitar 600 ekor burung Elang Jawa di Pulau Jawa.
Inilah-Sosok-Asli-Burung-Garuda-yang-Menjadi-Simbol-Pancasila-aOleh karena itu Lembaga Burung Indonesia menetapkan burung Elang Jawa sebagai burung yang terancam punah. Burung Elang Jawa suka tinggal di hutan belantara atau hutan primer yang lembab. Burung Elang Jawa betina biasanya bertelur dua tahun sekali, sekitar bulan Januari sampai Juli.
Keberadaan Burung Elang Jawa atau dikenal sebagai Burung Garuda kini menyedihkan. Burung yang menjadi lambang negara Indonesia itu kini diambang kepunahan.
Inilah-Sosok-Asli-Burung-Garuda-yang-Menjadi-Simbol-Pancasila-bSaat ini, populasi burung yang memiliki nama latin Nisaetus Bartelsi itu tinggal sekira 200 ekor di Pulau Jawa. Sementara di hutan lerang Gunung Merapi hanya tertinggal lima ekor.
Guna menambah populasi, seekor Burung Elang Jawa jantan dilepasliarkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada 26 Februari 2012 lalu. Burung itu berhasil hidup di ekosistem aslinya di hutan lereng Gunung Merapi.
Di Merapi ini populasi ada lima ekor dan ditambah satu ekor yang dilepas beberapa waktu lalu. Kalau kami katakan, upaya pelepas liaran burung dengan habitat asli hutan Merapi tersebut cukup berhasil.
Dan saat ini burung tersebut berhasil hidup di kawasan Merapi. Ujar Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Asep Nia Kurnia.
Inilah-Sosok-Asli-Burung-Garuda-yang-Menjadi-Simbol-Pancasila-cMenurutnya, sepekan pascadilepaskan di lereng Merapi, Elang Jawa atau Nisaetus Bartelsi di kawasan TNGM Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman tersebut sempat kesulitan cari makanan.
“Saat itu terpantau elang turun ke pemukiman warga dan sempat memangsa beberapa ekor ayam,” katanya.
Ternyata Elang Jawa yang berbahasa ilmiah Spizaetus Bartelsi diteliti memiliki kesamaan dengan Garuda, sekitar 99 persen. Namun sayang jumlahnya kini sudah sangat langka dan hanya sekitar 600 ekor di Pulau Jawa.
Kelangkaan burung ini disebabkan elang Jawa betina biasanya bertelur dua tahun sekali juga tempat tinggal mereka yakni hutan-hutan yang dibabat habis oleh manusia. 
Previous
Next Post »