erita
11

Inilah Penjelasannya Kenapa Buku Kuno Berwarna Kuning


Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman.
Ada berbagai sumber yang menguak sejarah tentang buku. Awalnya buku pertama disebutkan lahir di Mesir pada tahun 2400-an SM setelah orang Mesir menciptakan kertas papirus.
Kertas papirus yang berisi tulisan ini digulung dan gulungan tersebut merupakan bentuk buku yang pertama. Ada pula yang mengatakan buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja karena pada saat itu Sang Budha menuliskan wahyunya di atas daun dan kemudian membacanya berulang-ulang.
Berabad-abad kemudian di Tiongkok, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya di atas lidi yang diikatkan menjadi satu. Hal tersebut memengaruhi sistem penulisan di Tiopngkok yang huruf-hurufnya ditulis secara vertikal yaitu dari atas ke bawah.
Buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah Tiongkok berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM dari bahan dasar bambu ditemukan oleh Tsai Lun.
Kertas membawa banyak perubahan pada dunia. Pedagang muslim membawa teknologi penciptaan kertas dari Tiongkok ke Eropa pada awal abad ke-11. Di sinilah industri kertas bertambah maju.
Apalagi dengan diciptakannya mesin cetak oleh Gutenberg perkambangan dan penyebaran buku mengalami revolusi. Kertas yang ringan dan dapat bertahan lama dikumpulkan menjadi satu dan terciptalah buku.
Dikutip dari Brilio, warna halaman yang kuning merupakan ciri khas pada buku kuno atau lawas. Dibandingkan dengan  buku yang diterbitkan masa modern, jarang koleksi buku lawas dengan halaman berwarna putih. Perbedaan warna pada kertas tersebut dipengaruhi oleh proses produksinya.
Kayu, sebagai bahan utama kertas mempunyai dua komponen yakni selulosa dan lignin. Elemen yang pertama ini tidak berwarna dan bisa memantulkan cahaya. Itulah kenapa selulosa berwarna putih dalam penglihatan manusia. Meskipun begitu, selulosa bukanlah penyebab kertas menjadi warna kuning.
Elemen yang kedua, lignin, secara alami berwarna cokelat. Sifat dari lignin sangat rentan dengan oksidasi. Karena proses oksidasi dan paparan sinar matahari, maka warna kertas semakin lama berubah menjadi semakin kuning. Zat inilah yang menyebabkan perubahan warna pada kertas.
Untuk menghindari kerusakan karena proses oksidasi, maka buku kuno disimpan dalam ruangan yang dingin dan gelap. Bagaimana dengan kertas yang berwarna putih yang beredar di masa sekarang ini?
Perbedaan ini disebabkan oleh proses bleaching. Karena perbedaan perlakuan saat produksi kertas, maka kertas tidak mudah berubah menjadi kuning. Meskipun begitu, bleaching membuat selulosa rentan terhadap oksidasi dan mudah robek.
Sebagai solusinya, banyak dokumen penting yang ditulis pada kertas dengan jenis acid-free dengan kandungan lignin yang rendah
Previous
Next Post »