erita
11

5 Alasan Kekalahan Dalam Sepakbola yang Paling Konyol


Beberapa waktu lalu tim nasional sepakbola Indonesia U-23 baru aja menelan kekalahan telak 0-5 secara beruntun. Yang pertama kalah telak dari Thailand di semifinal SEA Games, dan berikutnya kalah lagi dengan skor yang sama dari Vietnam pas ngerebutin tempat ketiga. Nah di pertandingan terakhir itulah ada dugaan pengaturan hasil pertandingan yang bikin garuda muda tampil lesu. Apalagi kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini lagi gak jelas setelah jatuhnya sanksi FIFA gara-gara PSSI dan Menporanya beda pendapat.
Baca juga artikel ini:
Tapi apapun itu, di balik setiap kekalahan pasti ada aja alasan yang bisa dijadiin kambing hitam. Kalau kemaren timnas U-23 bisa ngeles tampil buruk karena kepikiran sama sanksi FIFA, tim-tim sepakbola lain belum tentu bisa pake alasan yang sama. Karena jarang-jarang juga sih FIFA itu ngejatuhin sanksi buat sebuah tim. Makanya mereka yang gak kena sanksi harus berpikir lebih keras buat nyari alasan kalau mereka kalah dalam pertandingan. Seperti yang udah dilakukan sama beberapa tim berikut ini yang abis kalah malah ngasih alesan yang terkesan dibuat-buat, seperti...

1. Salah Kostum

{source name="United vs Southampton" url="heavy.com"}
United vs Southampton via heavy.com
Pada tahun 1996, tim sekaliber Manchester United dipaksa tiga kali memungut bola dari gawangnya sama sebuah tim yang saat itu masih lemah, yaituSouthampton. Dan ajaibnya tiga gol dari Southampton itu terjadi di babak pertama semua. United yang gak mau malu karena udah ketinggalan tiga gol cuma dalam 45 menit aja mulai nyari-nyari alesan deh. Akhirnya mereka bilang performa buruk pasukan United saat itu disebabkan karena mereka salah pake kostum tandang. Soalnya waktu itu United lagi make kostum tandang yang warnanya abu-abu yang kata mereka bikin gak bisa ngelihat temennya di lapangan. Dan karena mereka kesulitan ngelihat temennya di lapangan, penampilan mereka jadi gak kompak. Sampe pada akhirnya United mutusin buat ganti kostum di babak kedua setelah turun minum. Tapi hasilnya ya tetep aja mereka kalah dengan skor akhir 1-3. Lucu ya.

2. Main Kartu

{source name="Semi final Euro 2000" url="www.uefa.com"}
Semi final Euro 2000 via uefa.com
Pelatih Belanda Frank Rijkaard sempet marah-marah sama anak asuhnya di timnas Belanda pada waktu mereka tampil di Euro 2000. Karena pada waktu itu Belanda sempet tampil buruk di awal-awal kompetisi gitu. Nah Frank Rijkaardnya marah-marah soalnya para pemain timnas Belanda saat itu pada seneng main kartu remi. Padahal di saat bersamaan Rijkaard dan staf pelatih Belanda lagi sibuk nonton rekaman pertandingan dari calon lawan yang bakal mereka hadapin. Wah bener-bener nih.

3. Keracunan Makanan

{source name="Lasagna Gate" url="bleacherreport.com"}
Lasagna Gate via bleacherreport.com
Tottenham Hotspur di penghujung musim 2005-2006 cuma butuh satu kemenangan lagi pada laga terakhir Premier League buat ngamanin posisi mereka di empat besar klasemen. Tau sendiri kan kalau posisi keempat klasemen Premier League itu berhak tampil di Liga Champions meskipun harus lewat jalur kualifikasi lebih dulu. Nah pada laga terakhir itu Tottenham cuma ngelawan West Ham doang. Sementara Arsenal saingan mereka dalam ngerebutin posisi keempat masih harus ngelawan Wigan Athletic.
Tapi bencana tiba pagi hari sebelum pertandingan Tottenham ngelawan West Ham digelar. Sejumlah pemain Tottenham yang diproyeksikan tampil sebagai starting malah jatuh sakit. Mereka diduga keracunan lasagna yang disajiin sama pihakMarriott Hotel tempat mereka nginep di Canary Wharf. Pihak Tottenham sendiri sebenernya udah minta kick off buat diundur. Tapi pihak kepolisian gak ngasih ijin sehingga kick off tetep dilaksanakan seperti jadwal semula. Hasilnya Tottenham kalah 1-2 dari West Ham, dan di sisi lain Arsenal menang 4-2 dari Wigan berkat hat-tricknya Thierry Henry. Ya udah deh, akhirnya Tottenham harus puas tampil di Piala UEFA musim berikutnya.

4. Digangguin Kodok

{source name="Torres masih jago" url="www.telegraph.co.uk"}
Torres masih jago via telegraph.co.uk
Kisah konyol berikutnya datang dari timnas Ukraina yang berlaga di Piala Dunia 2006. Ukraina yang saat itu kalah 4-0 dari Spanyol pada laga pertama di grup H beralasan bahwa mereka diganggu sama kodok. Kodok-kodok itu memang gak mengganggu pemain Ukraina di lapangan, tapi kodoknya ganggu ketika pemain Ukraina pengen tidur. Jadi ceritanya hotel yang digunain timnas Ukraina di kota Potsdam di Jerman itu ternyata deket sama kawasan perkodokan. Dan pada malam hari ketika para pemain Ukraina pengen tidur, kodok-kodok itu pada ngeluarin suara berisik banget yang bikin para pemain Ukraina kesulitan beristirahat. Akhirnya para pemain Ukraina yang terlanjur jengkel itu sepakat buat nangkepin kodok-kodok itu di sekitaran hotel mereka. Selanjutnya para pemain Ukraina itu kelelahan dan gampang aja dikalahin sama Spanyol.

5. Nyalahin Sepatu dan Kaus Kaki

{source name="Pak belum makan nih pak" url="www.chinadaily.com.cn"}
Pak belum makan nih pak via chinadaily.com.cn
Lain lagi sama alesan yang dibikin timnas Italia ketika mereka tampil di Euro 2004. Pada laga pembuka grup C Euro 2004 ngelawan Denmark, Italia cuma bisa bermain imbang 0-0. Terus di pertandingan selanjutnya, Italia juga cuma mampu imbang lagi 1-1 ngelawan Swedia. Dan baru pada laga terakhir aja Italia mampu menang atas Bulgaria. Itupun cuma dengan skor tipis 2-1. Akibat dari dua hasil seri dan cuma sekali menang ini, Italia akhirnya harus gugur di babak penyisihan grup.
Tapi namanya juga tim besar. Mereka gak mau dong malu sama performa buruk yang mereka tampilkan di lapangan. Karena itulah akhirnya anggota skuad Italia akhirnya nyari-nyari alesan biar gak dihujat sama pendukung mereka. Hingga munculah sepatu dan kaus kaki yang dijadiin kambing hitam sama pemainnya Italia.Francesco Totti bilang kalau sepatunya bikin kakinya panas kayak berjalan di pasir mendidih. Sementara Christian Panucci nyalahin kaus kakinya. Dia bilang benang yang dipake buat bikin kaus kakinya itu terlalu kasar. Udah gitu Gennaro Gattusopemain yang terkenal paling gahar pun gak mau ketinggalan cengeng. Dia bilang kakinya terasa hancur gitu kalau pake sepatu yang disediain buat timnas Italia. Dasar alesan.
Pada lucu-lucu kan alesannya. Pada akhirnya pesan moral yang bisa diambil dari artikel ini sih ada hikmah yang bisa diambil dari dijatuhkannya sanksi FIFA buat sepakbola Indonesia. Kan enak gak perlu repot-repot nyari alesan kalau abis kalah. Tinggal bilang aja gara-gara sanksi dari FIFA beres udah.
Eh tapi menurut kamu nih, lain kali kalau timnas Indonesia kalah lagi enaknya kita pake alesan apa ya? Coba kamu kasih pendapat kamu di kolom komentar.
sumber foto utama
Previous
Next Post »